Hailey Bieber Akui Lebih Suka Posisi Doggy Style daripada Misionaris saat Melakukan Seks dengan Justin Bieber

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Banyak kartu yang dibuka yang selama ini ditutupi oleh Hailey Bieber. Dari masalah rumor masa lalunya hingga hubungan seksnya dengan Justin Bieber.

Melansir dari Just Jared, Hailey buka suara soal semuanya melalui wawancara barunya dengan sebuah podcast Call Her Daddy. Hailey ditanya soal hubungan seksnya dari waktu, posisi favorit, hingga threesome.

Pertama, Hailey mengatakan bahwa dirinya dan sang suami, Justin Bieber, lebih sering melakukan seks saat malam hari. Tapi ia juga mengaku suka saat pagi hari.

Lalu ia menjawab soal mengundang orang ketiga ke ranjangnya untuk melakukan seks bersama (threesome). Hailey mengatakan, hal itu bisa sangat menyenangkan dan terdengar menarik.

Sayangnya, hal itu tak berhasil untuk hubungan mereka.

“Tidak (pernah melakukan threesome). Ini lucu karena aku merasa ide-ide itu bisa sangat menyenangkan dan sepertinya terdengar sangat menarik. (Tapi) itu tak berhasil untuk kami berdua,” jelasnya.

Sedangkan posisi seks favoritnya ia menyebutkan doggy style. Ia mengaku lebih menyukai doggy style daripada gaya misionaris.

“Ini jelas bukan misionaris. Aku sangat suka doggy style,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini