Gugat Cerai Sule, Warganet Ramai Bela Nathalie Holscher, Putri Delina Banjir Hujatan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nathalie Holscher resmi menggugat cerai sang suami sekaligus komedian, Sule. Nathalie pun sudah mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Agama Cikaran, pada 3 Juli 2022 lalu.

Sontak, kabar retaknya biduk rumah tangga Nathalie dengan Sule membuat heboh publik. Pasalnya, belum lama ini, Nathalie memang tengah berseteru dengan putri sambungnya, Putri Delina.

Tercium kabar gugatan cerai Nathalie Holscher membuat dirinya banjir dukungan. Ribuan orang di sosial media ramai-ramai membela wanita mualaf itu untuk mendapat kehidupan yang lebih baik.

“I’m on Nathalie Holscher’s side.”

“Kasihan sama Nathalie, udah berusaha sebisa dia.”

“Datang membawa cinta, pulang membawa duka.”

Begitu ungkapan netizen pada Nathalie. Di sisi lain, warganet juga menyeret nama Putri Delina sebagai penyebab retaknya rumah tangga orangtuanya. Putri kandung Sule dengan mendiang Lina Zubaedah itu disebut-sebut tak dewasa dan belum bisa menerima kehadiran sosok Nathalie.

Alih-alih mendapat pembelaan dari warganet, Putri justru panen hujatan netizen. Mereka menganggap Putri yang menyebabkan Nathalie tak tahan tinggal di kediamannya.

“Putri Delina umur berapa si? prasaan ade”nya yang lebih bisa ngertiin keadaan.”

“Nathalie Holscher kasian si…. Ada masalah waktu awal hamil, trus akhir-akhir ini gara-gara si Putri.”

Sebelumnya, Nathalie Holscher dengan Putri Delina sempat berseteru bahkan saling membongkar masalah di channel YouTube para selebriti. Usut punya usut, Putri Delina belum bisa menerima sosok Nathalie sebagai ibu sambungnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini