Gegara Pandemi, Westlife Siap Rilis Album Baru

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar gembira untuk para penggemar boyband asal Irlandia, Westlife. Sean Filan dan kawan-kawan agar segera kembali ke industri musik dunia.

Dilansir CNN, Westlife bakal merilis album terbarunya bertajuk, Wild Life. Album tersebut terinspirasi dari kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Para personel meyampaikan bahwa album tersebut menjadi salah satu karya yang sangat berharga. Pasalnya, lagu-lagu dalam album itu menceritakan perjuangan berkarya mereka dalam situasi terkepung virus corona.

Album “Wild Life” berisi 11 single dan 4 versi live dari single lamanya, lagu tersebut adalah Starlight, Alone Together, Wild Dreams, Lifeline, Alive, Rewind, Do You Ever Think of Me, My Hero, End of Time, Magic, Always with Me, World of Our Own, Uptown Girl, Flying Without Wings, dan You Raise Me Up. Semua single lagu di album terbarunya menawarkan momen refleksi terhadap harapan masa depan.

Westlife merupakan salah satu grup band yang cukup produktif selama perjalanan karir mereka dengan membuat album baru setiap tahunnya.

Penjualan dari album mereka juga cukup besar dengan total 55 juta keping dengan skala global dan mencatatkan rekor band yang mempunyai 7 single lagu memuncaki tangga top chart lagu Inggris.

Gimana? Udah siap menyambut karya terbaru Westlife?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Negara Membuka Dialog dan Mendengar Aspirasi Mahasiswa

*) Oleh: M. Farhan Akbar Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari terselenggaranya pemilihan umumyang bebas dan adil, tetapi juga dari kemampuan negara membangun komunikasiyang terbuka dengan masyarakat. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisistrategis sebagai kelompok intelektual yang kerap menyuarakan kritik, gagasan, sekaligus solusi terhadap berbagai persoalan bangsa. Kehadiran ruang dialog yang setara antara pemerintah dan mahasiswa menjadi indikator penting bahwa demokrasiberjalan secara substantif, bukan sekadar prosedural. Oleh karena itu, komitmenpemerintah untuk terus membuka ruang komunikasi patut dipandang sebagai langkahyang memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus memperkokohkepercayaan publik.Berbagai capaian pembangunan yang terus diupayakan pemerintah, mulai daripenguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga program pemberdayaanekonomi masyarakat, membutuhkan dukungan situasi yang aman dan kondusif. Karena itu, sinergi antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan masyarakatmenjadi modal penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalan secaraoptimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap aspirasi memilikinilai yang sama, baik berasal dari akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat di daerah terpencil. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapatdilepaskan dari partisipasi publik yang inklusif. Negara yang kuat bukanlah negara yang menutup diri terhadap kritik, melainkan negara yang mampu mendengarpersoalan, mengakui kekurangan, serta menjadikan masukan masyarakat sebagaidasar penyempurnaan kebijakan. Pendekatan seperti ini mencerminkankepemimpinan yang adaptif karena menempatkan dialog sebagai instrumen untukmenghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Selanjutnya, keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa menunjukkanadanya perubahan paradigma dalam hubungan antara negara dan masyarakat sipil. Mahasiswa tidak lagi diposisikan semata sebagai kelompok penekan, tetapi sebagaimitra strategis dalam proses pembangunan nasional. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai kritik dapat diterjemahkan menjadi bahan evaluasi, sedangkanberbagai gagasan dapat diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang konstruktif. Pendekatan kolaboratif seperti ini memperkuat legitimasi kebijakan sekaligusmemperkecil potensi polarisasi yang sering muncul akibat minimnya komunikasiantara pemerintah dan publik.Pandangan tersebut diperkuat oleh Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini