Gegara Invasi ke Ukraina, Film ‘The Batman’ dan ‘Morbius’ Ditunda Tayang di Rusia

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Invasi Rusia ke Ukraina berbuntut panjang. Tak hanya sanksi di dunia olahraga, industri layar lebar juga mengambil aksi dengan menunda perilisan dua film, ‘The Batman’ dan ‘Morbius’.

Rumah produksi Warner Bros. menunda perilisan ‘The Batman’ di Rusia yanng sejatinya dirilis di mayoritas negara pada Jumat 4 Maret 2022.

“Tekait krisis kemanusiaan di Ukraina, WarnerMedia menunda perilisan film ‘The Batman’ di Rusia. Kami akan terus memantau situasi dan perkembangannya. Kami harap bisa segera tercipta kedamaian,” bunyi pernyataan Warner Bros, dikutip dari Metro, Selasa 1 Maret 2022.

Selain ‘The Batmam’, Sony Pictures juga menunda perilisan ‘Morbius’ yang diperankan Jared Letto di Rusia.

“Mengingat aksi militer yang sedang berlangsung di Ukraina dan ketidakpastian serta krisis kemanusiaan yang terjadi di wilayah itu, kami akan menghentikan perilisan film ‘Morbius'” kata juru bicara Sony Pictures.

“Doa kam untuk semua prang yang terkena dampak dan berharap krisi ini bisa diselesaikan dengan cepat,” ujarnya.

Berbeda dari mayoritas negara lainnya, ‘The Batman’ akan tayang di bioskop Indonesia pada 2 Maret 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini