Gegara Foto Mesra Bareng Cowok, Zahra Nur Khaulah Dikeluarkan dari JKT48

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Salah satu personel JKT48, Zahra Nur mendadak bikin heboh netizen. Dirinya dikeluarkan dari grup idol yang membesarkan namanya akibat berfoto mesra dengan seorang pria.

Usut punya usut, pria tersebut adalah anggota boyband Un1ty yang bernama Fiki. Dalam foto tersebut, Ara tampak dirangkul oleh Fiki.

Sementara itu, gadis yang akrab disapa Ara ini sudah mengakui bahwa sosok di foto itu adalah dirinya. Namun, ia membantah jika memiliki hubungan spesia dengan Fiki.

Zahra Nur JKT48 foto mesra dengan teman lelakinya

Namun, klarifikasi Zahra tak lantas membuat dirinya aman. Kini, pihak JKT48 sudah resmi mengeluarkannya.

Sosial media Zahra pun mendadak hilang dan tersisa akun-akun fanbase-nya.

Sementara itu, JKT48 memang melarang membernya berpacaran. Hal ini telah diatur dalam ‘Golden Rules’ dna tak boleh dilanggar.

Meski tak lagi bergabung di JKT48, fans Zahra tetap setia dan membanjiri Zahra dengan dukungan. Mereka tetap mendukung Zahra meski kini tak lagi berada di grup tersebut.

Zahra Nur Khualah sudah bergabung dengan JKT48 sejak tahun 2019. Kabar berakhirnya karir Ara di JKT48 disampaikan oleh pihak manajemen di situs resminya. Hingga kini, juga belum ada tanggapan langsung dari Zahra mengenai didepaknya dari grup tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini