Gak Sabar! Film ‘A Quiet Place 3’ Bakal Rilis 2025

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar gembira untuk industri film Hollywood. Film thriller A Quiet Place 3 bakal segera tayang pada tahun 2025.

Kabar itu diumumkan Paramount Pictures. Mereka baru saja mengumumkan bahwa mereka kini sedang mempersiapkan A Quiet Place Part 3 dan rencananya akan dirilis secara tentatif pada tahun 2025. 

Meskipun menulis dan mengarahkan dua film pertama, keterlibatan John Krasinski dengan proyek tersebut masih belum ditentukan selain bahwa dia akan menjadi salah satu produsernya.

Meskipun tidak yakin apakah film ketiga ini akan mengikuti karakter dari dua film aslinya, Krasinski pernah mengatakan bahwa film baru ini benar-benar terpisah dari spin-off A Quiet Place yang diumumkan sebelumnya yang akan ditulis dan disutradarai oleh Michael Sarnoski.

Sebelumnya, A Quiet Place 2 rilis pada tahun 2021 lalu. Film itu sukses memuncaki box office dunia dengan pendapatan yang fantastis.

Kabar akan dirilisnya film ini sontak membuat heboh warganet. Mereka sudah tak sabar menantikan kelanjutan dari film horor thriller yang menegangkan itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini