Film Netflix ‘Purple Hearts’ Udah Tayang dan Ramai Dibicarakan, Ada Rencana Buat Sekuelnya?

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Baru-baru ini Netflix merilis film terbarunya yang berjudul ‘Purple Hearts’. Namun tampaknya perilisan film itu telah membuat penggemar jadi membicarakan soal akhir ceritanya di media sosial.

Bahkan jadi perbincangan hangat di Twitter sampai jadi trending topic.

Melansir dari Just Jared, film ini berpusat pada Cassue yang merupakan seorang penyanyi sekaligus penulis lagu yang tengah berjuang. Kekasihnya, Luke, merupakan seorang marinir yang bermasalah.

Meski memiliki banyak perbedaan, mereka akhirnya setuju untuk menikah semata-mata untuk kepentingan militer. Tapi ketika tragedi menyerang, garis antara nyata dan kepura-puraan mulai bias.

Penggemar jadi bertanya-tanya soal kelanjutan dari film tersebut. Sebab, akhirnya dibuat menggantung khas Netflix.

Film ini telah menarik kesimpulan, terungkapnya Luke (diperankan Nicholas Galitzine) yang dituduh telah melakukan penipuan atas pernikahannya dengan Cassie (diperankan oleh Sofia Carson). Luke pun ditahan oleh militer atas kasusnya tersebut.

Luke dijatuhi hukuman enam bulan penjara dan diberhentikan secara tak hormat. Sedangkan Cassie dibebaskan tanpa tuduhan apa pun.

Penggemar berharap film ini dibuatkan sekuelnya. Menceritakan momen masa depan dalam hubungan Cassie – Luke yang ditampilkan di akhir adegan kredit.

Sayangnya, para aktornya dan tim produksi tak membicarakan dan belum ada konfirmasi apa pun soal sekuelnya.

Sementara itu, film ‘Purple Hearts’ sudah tayang di Netflix pada 29 Juli 2022 waktu setempat. Film ini langsung menempati posisi ketiga di ranking harian Netflix Indonesia hanya dalam sehari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini