Film ‘Minions: The Rise of Gru’ Telah Lampaui 400 Juta Dolar AS di Box Office Global

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Demam Minions tampaknya masih belum mereda di box office seluruh dunia. Sebab, film animasi ini kini telah melampaui angka 400 juta Dolar AS di box office global.

Melansir dari Collider, ini merupakan akhir pekan kedua sejak perilisannya di bioskop seluruh dunia. Kesuksesan dari film ini diperluas pada pekan ini saat pembukaannya di Prancis dengan meraup 7,1 juta Dolar AS.

Ini menjadi akhir pekan pembukaan terbesar untuk negara tersebut pada 2022 ini. Sedangkan di Belgia, film itu dibuka dengan 1,3 juta Dolar AS, termasuk preview dengan jumlah yang sama dengan film waralaba sebelumnya ‘Despicable Me’ kedua dan ketiga.

Saingannya di box office adalah film Marvel ‘Thor: Love and Thunder’.

Minions: The Rise of Gru‘ ini telah meningkatkan kepercayaan pada film keluarga animasi di box office setelah kekecewaan finansial dari film Disney ‘Lightyear’. Sementara itu, film ini masih tayang di bioskop seluruh dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini