‘Extraordinary Attorney Woo’ Cetak Rekor Baru Sepanjang Masa dalam Polling Acara TV Korea Favorit Gallup

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Drama Korea ‘Extraordinary Attorney Woo’ telah tamat sejak 18 Agustus 2022. Tapi popularitasnya tak berkurang.

Kini drama itu telah membuat rekor baru dalam sepanjang masa.

Melansir dari Allkpop, Gallup Korea melakukan survei ke seribu orang yang berusia 18 tahun ke atas secara nasional dari 16 – 18 Agustus 2022. Surveinya menanyakan soal acara TV favorit mereka.

Hasilnya, ‘Extraordinary Attorney Woo’ menempati posisi teratas untuk bulan kedua secara berturut-turut. Dengan hasil 16,4 persen suara memilih drama tersebut.

Sebelumnya, peringkat pertamanya dipegang oleh ‘Infinite Challenge’. Dengan memiliki jumlah suara tertinggi dalam jajak pendapat Gallup 16 persen pada Januari 2015.

Drama ini mencatat rekor baru sepanjang masa untuk jajak pendapat Gallup ini sejak dimulai pada 2013.

Sementara itu, ‘Extraordinary Attorney Woo’ merupakan drama yang menggambarkan perjuangan seorang pengacara dengan otak jenius. Pengacara tersebut mengalami gangguan spektrum autisme yang bekerja di firma hukum besar.

Kabarnya drama tersebut akan melanjutkan kisahnya sampai ke musim kedua. Rencananya akan ditayangkan pada 2024.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini