Ed Sheeran Bakal Hadir di Mnet Asian Music Awards (MAMA) 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Baru-baru ini pihak manajemen CJ ENM mengumumkan terkait pegelaran penghargaan Mnet Asian Music Awards (MAMA) 2021. Kabarnya mereka akan mengundang Ed Sheeran dalam acara tersebut.

Melansir dari Allkpop, kepala produser Mnet, Park Chan Wook mengatakan acara ini akan digelar secara offline. Ia juga mengonfirmasi bahwa acara MAMA tahun ini akan mengundang penyanyi pop global, Ed Sheeran.

Pada acara sebelumnya, MAMA juga sempat mengundang bintang pop lainnya seperti Dua Lipa, Janet Jackson, dan John Legend. Selain itu juga tahun ini MAMA akan memberikan kejutan buat penggemar K-pop.

MAMA akan mereunikan boy group WANNAONE tahun ini. Selain itu mereka juga berencana akan mengadakan MAMA 2021 ini di Amerika Serikat lho!

Sementara itu, penonton juga bisa menikmati acara tersebut secara live streaming pada 11 Desember 2021 pukul 16.00 WIB.

Mnet menetapkan ketentuan baru untuk kriteria penjurian untuk MAMA 2021 per tahun ini. Mnet mengungkapkan perubahan ini menjelang pengumuman nominasi MAMA 2021 yang telah rilis pada 3 November 2021 pukul 11 malam waktu setempat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini