Duh, Scooter Braun Ketahuan Sindir Selena Gomez di Twitter

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Scooter Braun banjir hujatan dari netizen. Manajer para bintang Hollywood seperti Justin Bieber, Demi Lovato hingga Ariana Grande ini ketahuan menyindir pelantun ‘Lose You to Love Me’, Selena Gomez.

Kabar tersebut berhembus setelah pendiri The SB Project ini ketahuan menyukai cuitan seorang netizen yang menganggap Gomez tak sebagaus artisnya, Ariana Grande, yang sebelumnya baru saja merilis lagu baru ‘Positions’. Single baru Grande itu langsung mencapai nomor satu di tangga lagu iTunes AS.

Scooter Braun menyukai cuitan yang menyindir Selena Gomez (aceshowbiz)

Cuitan yang disukai Braun bertuliskan ‘Selena tidak bisa’. Namun, cuitan tersebut sudah di unlike oleh Braun. Sayangnya, Braun tak secepat warganet yang telah menangkap layar bukti sindiran tersebut.

Setelah bukti tangkapan layar tersebut viral, Braun langsung dihujani makian, terutama dari penggemar mantan kekasih Justin bieber itu.

“Muak dengannya,” tulis seorang netizen menujuk pada Braun.

“Menjijikan.”

“Dia sangat menjengkelkan.”

Bisa saja apa yang dilakukan Braun merupakan ketidak sengajaan. Namun, tampaknya warganet tak memercayai hal itu. Sebab, ini bukan pertama kalinya Braun tertangkap menyukai tweet sindiran tentang Selena. Pada Januari lalu, ia menyukai tweet yang dicuitkan Bieber mengenai mantannya.

Namun, seperti yang ia lakukan saat ini, Braun kembali tidak menyukai cuitan tersebut, namun publik terlanjur melihat apa yang Braun lakukan di sosial medianya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gotong Royong Warga dan Pemerintah Jadi Benteng Aceh dari Separatisme Pascabencana

Oleh: Zulfikar Ramdan *) Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh padapenghujung 2025 tidak hanya menyisakan kerusakan lingkungan dan fasilitas publik, tetapi juga menghadirkan tantangan sosial yang memerlukan kewaspadaanbersama. Di tengah suasana duka dan proses pemulihan yang masih berlangsung, muncul upaya-upaya simbolik yang berpotensi membangkitkan kembali narasikonflik masa lalu. Namun, arus utama di Aceh justru menunjukkan penolakan tegasterhadap segala bentuk separatisme, seiring menguatnya konsolidasi sosial antaramasyarakat dan pemerintah. Pakar politik sekaligus Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, menilaibahwa kemunculan simbol-simbol yang berkaitan dengan gerakan separatis tidakdapat dipahami sebagai ekspresi netral. Ia berpandangan bahwa simbol tersebutmemiliki muatan ideologis dan historis yang kuat, sehingga kehadirannya di ruangpublik berisiko membuka kembali memori konflik yang selama ini telah ditutupmelalui proses perdamaian panjang. Dalam konteks pascabencana, iamengingatkan agar situasi psikologis masyarakat yang sedang rentan tidakdimanfaatkan untuk kepentingan provokasi. Ali juga mengamati adanya pergeseran pola separatisme di era digital, di mana narasi konflik tidak lagi disuarakan melalui kekuatan fisik, melainkan melalui simboldan propaganda emosional di media sosial. Menurutnya, upaya memelintir rasa ketidakadilan atau penderitaan akibat bencana menjadi alat delegitimasi negaramerupakan bentuk ancaman baru terhadap stabilitas sosial. Karena itu, iamenekankan pentingnya kehadiran negara dan masyarakat secara bersamaanuntuk menutup ruang tumbuhnya narasi semacam itu. Di lapangan, respons Aceh justru bergerak ke arah sebaliknya. Pemerintah daerahbersama masyarakat memperlihatkan soliditas yang kuat dalam menghadapidampak bencana. Sejak akhir Desember 2025, Pemerintah Aceh mengerahkansekitar 3.000 Aparatur Sipil Negara ke berbagai wilayah terdampak banjir dan tanahlongsor. Para ASN tidak hanya ditugaskan membersihkan material sisa bencana, tetapi juga memastikan layanan dasar seperti kesehatan, administrasikependudukan, dan fasilitas umum tetap berjalan. Sekretaris Daerah Aceh selaku Ketua Posko Penanganan BencanaHidrometeorologi menilai bahwa penugasan ASN merupakan bentuk kehadirannegara yang konkret di tengah masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, aparatur negara dapat memahami kebutuhan riil warga, sekaligus membangunkedekatan emosional yang memperkuat kepercayaan publik. Kehadiran tersebutdipandang sebagai langkah penting untuk menjaga stabilitas sosial di tengah situasidarurat. Gotong royong menjadi benang merah yang menyatukan berbagai elemen. Sejumlah lembaga kemanusiaan bersama relawan lokal, TNI, Polri, dan pelajarmenggelar aksi pembersihan lingkungan dan pembukaan kembali akses jalan di berbagai kabupaten terdampak. Keterlibatan alat berat dipadukan dengan tenagawarga setempat, menciptakan percepatan pemulihan fisik tanpa menghilangkanperan aktif masyarakat. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemulihan Aceh bertumpu pada kerja kolektif, bukan pada satu aktor semata. Sejumlah kepala daerah menyampaikan bahwa pola kerja sama tersebut sangatmembantu pemerintah daerah. Gotong...
- Advertisement -

Baca berita yang ini