Duh, Netizen Ini Samakan Johnny Depp dengan Kasus Gofar Hilman, Fans Geram

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perseteruan Johnny Depp dengan Amber Heard makin memanas. Hal ini membuat Depp terpaksa didepak dari sejumlah proyek film hingga pekerjaan lainnya di dunia hiburan.

Namun, apa yang dialami Depp ini membuat netizen teringat sesuatu. Yakni kasus Gofar Hilman yang dituduh sebagai pelaku pelecehan seksual.

Hal itu diungkap oleh salah satu netizen di Twitter, @dulkembhu. Ia mengatakan apa yang dialami dengan Depp saat ini sama seperti nasib Gofar Hilman.

“Nah bener, sama kaya lawless buang Gofar, heran gw sama si Arian yang katanya gentle itu,” tulisnya.

Sontak, cuitan netizen itu pun bikin warganet dan fans Johnny Depp ngamuk. Mereka tak terima bintang film ‘Willy Wonka’ itu disamakan oleh kasus Gofar.

“Wtf Johnny Depp disamain sama Gofar?”

“Stop samain Johnny Depp sama Gofar.”

Begitu ungkapan warganet. Mereka berpikir kasus yang dialami Gofar dan Depp sangat berbeda. Terlebih, Gofar pernah mengaku berhubungan seks dengan 100 perempuan.

Cuitan itu pun kini jadi trending topic di Twitter. Fans pun meminta netizen berhenti untuk menyamakan kasus Gofar dengan Johnny Depp.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini