Duh, Momen Canggung Anak David Beckham Tak Dikenali di Met Gala

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Putra David Beckham, Brooklyn mungkin merasa malu karena tidak dikenali saat wawancara di Met Gala. Dia datang bersama tunangannya, Nicola Peltz.

Brooklyn dan Nicole, yang merupakan salah satu artis ternama di Hollywood, melalukan sesi wawancara di red carpet. Keduanya diwawancara aktris Keke Palmer.

Sayangnya, Keke tak mengenali siapa Brooklyn. Padahal, dia adalah anak dari manta mega bintang sepak bola yang punya klub asal Amerika Serikat, David Beckham.

Pertama, Keke mewawancarai Nicola dan bertanya apa tema dari Met Gala tahun ini. “Temanya In America: A Lexicon of Fashion. Saya berusaha menjadikan dia lebih seperti orang America dan agar dia menetap di sini,” kata Nicola.

Keke penasaran dengan sosok pria yang digandeng Nicola dan bertanya dari mana asal Brooklyn sebenarnya. Dengan sedikit malu-malu, dia menjawab: “Saya dari London.”

Banyak yang menilai Keke tak mengenal sosok Brooklyn. Video wawancara itu mengundang beragam respons dari netizen yang menyayangkan Keke tak mengenal sosok putra tertua dari Beckham dan Victoria itu.

“Keke tidak mengenal siapa Brooklyn Beckham. Saya tidak pernah merasa lebih malu saat berada di posisi itu,” kata salah satu netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini