Duh, Kendall dan Kylie Jenner Make-Up Sambil Mabuk, Begini Hasilnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kakak beradik Kendall dan Kylie Jenner tengah jadi sorotan hangat netizen. Kali ini bukan soal harta kekayaan, melainkan aksi make-up mereka yang dilakukan sembari mabuk.

Hal itu diunggah Kylie lewat akun YouTubenya pada 18 Maret 2021 lalu. Lewat video yang bertajuk ‘Drunk Get Ready With Me: Kylie and Kendall’ itu, kakak beradik ini meminum Tequila sebelum melakukan make-up.

Terlihat saat Kendall baru turun dari mobilnya, Kylie nampak memberikannya sebotol Tequila. Tanpa basa-basi, Kendall pun langsung meneguk minuman itu.

“Tradisi untuk melakukan tegukan pertama ialah di garasi, jadi lanjutkan,” ucap Kylie sebelum Kendall meminumnya.

Sebelum melakukan make-up, Kendall dan Kylie sudah meminum total lima teguk Tequila. Keduanya pun sama-sama memulai dari memilih warna concealer.

Dalam video itu, nampak Kendall mulai kebingungan saat memilih warna concealer yang cocok. Kylie pun mencoba membantu namun, Kendall seperti terus kebingungan. Terlihat pula Kendall yang mulai kesusahan saat merias wajahnya hingga harus menjatuhkan produk tersebut.

Di pertengahan video, Kendall mulai sangat mabuk. Ia bahkan hampir memecahkan gelas Kylie dan membuat sang adik kesal.

“Kamu berusaha memecahkan gelasku?” tanya Kylie pada Kendall yang hanya tertawa.

Di akhir video, keduanya pun semakin mabuk, terutama Kendall. Ia sampai merusak background video dan mengcaukan make-up Kylie. Riasan wajah mereka pun terlihat tak beraturan.

Sebelumnya, Kylie pernah mebuat video serupa bersama kakak tirinya, Khloe Kardashian. Aksi make-up sambil mabuk itu diunggah Kylie di channel YouTubenya, Agustus 2019.

Alhasil, kejadian kakak beradik ini mengundnag respons warganet. Banyak dari mereka yang terhibur melihat aksi gila Kendall dan Kylie.

“Kendall mabuk lucu sekali,” kata akun Mel Joy.

“Sister goals,” kata akun Frozen Nintime.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penguatan Resiliensi Media Dukung Ketahanan Nasional di Ruang Digital

Oleh: Nazira Billa Putri )*Transformasi digital telah membuka peluang besar bagi masyarakat untukmemperoleh informasi secara cepat dan luas. Di sisi lain, perkembangantersebut juga memunculkan tantangan berupa penyebaran hoaks, misinformasi, dan disinformasi yang semakin sulit dibedakan dariinformasi yang benar. Dalam situasi seperti ini, penguatan resiliensi media menjadi faktor penting untuk mendukung ketahanan nasional di ruangdigital sekaligus menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam membangunekosistem informasi yang sehat melalui penguatan peran media danpeningkatan kualitas layanan digital. Langkah tersebut menjadi bagiandari strategi nasional untuk memastikan ruang digital Indonesia tetapmenjadi sarana yang aman, produktif, dan mampu memperkuat persatuanbangsa di tengah derasnya arus informasi global.Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasidan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa pers memiliki posisistrategis sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi hoaks dandisinformasi. Menurutnya, media yang menjalankan fungsi jurnalistiksecara profesional menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitasinformasi yang beredar di tengah masyarakat.Fifi menilai kecepatan perkembangan teknologi tidak boleh mengurangikomitmen terhadap akurasi informasi. Karena itu, pemerintah bersamainsan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiapproduk jurnalistik tetap mengedepankan kepentingan publik sertamemberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Pendekatan tersebutmenjadi semakin penting ketika ruang digital dipenuhi arus informasi yang bergerak sangat cepat dan tidak seluruhnya melalui proses verifikasi.Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat,yang menilai pers tetap menjadi kebutuhan penting masyarakat di tengahledakan informasi digital. Menurutnya, informasi kini telah menjadikebutuhan mendasar sehingga masyarakat membutuhkan sumberinformasi yang dapat dipercaya sebagai rujukan dalam memahamiberbagai peristiwa.Di tengah meningkatnya volume informasi, keberadaan media profesionalmenjadi penentu kualitas ruang publik. Media yang mengedepankanprinsip verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab sosial akanmemperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mengurangi ruang bagiberkembangnya informasi yang menyesatkan.Upaya memperkuat ketahanan informasi juga didukung melalui berbagaiinovasi digital yang dikembangkan pemerintah. Pengakuan internasionalterhadap tiga inovasi Indonesia dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 menjadi bukti bahwa transformasidigital nasional semakin mampu menghadirkan solusi yang bermanfaatbagi masyarakat.Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai pencapaiantersebut menunjukkan kualitas inovasi digital...
- Advertisement -

Baca berita yang ini