D’Masiv Nggak Percaya Bisa Konser di Amerika Serikat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – D’Masiv akan menggelar tur konser di Amerika Serikat. Rian dkk., nggak percaya mereka benar-benar bisa tur di Negeri Paman Sam.

Ini menjadi debut D’Masiv menggelar tur konser di Amerika Serikat. Sebelumnya, mereka sudah pernah tur konser di Inggris dan Irlandia.

Bersama rekan-rekannya, Rian masih nggak percaya D’Masiv bisa menggelar konser di enam kota Amerika Serikat.

“Ini buat kami seperti keajaiban,” ujar Rian.

Tampil di Negeri Paman Sam seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Apalagi Amerika Serikat adalah kiblat dunia hiburan, baik musik maupun film.

“Buat berangkat ke sana kan cost-nya juga tidak murah ya. Tiket pesawatnya saja kami ada 13 orang. Itu belum lagi untuk tiket pulang-pergi. Untuk tinggal di sananya juga cari lokasi tidak murah,” katanya.

Untuk menggelar tur konser di Amerika Serikat, D’Masiv mendapatkan suntikan dana dari beberapa sponsor.

“Alhamdulillah, dalam waktu singkat semuanya terpenuhi. Jadi kami bisa berangkat sampai pulang lagi. Jangan sampai bisa berangkat tapi enggak bisa pulang,” ungkapnya.

Enam kota yang menjadi tujuan D’Masiv adalah Los Angeles, San Fransisco, Washington DC, San Bernardino, Philadelphia, dan New York City.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini