Divonis Umur Tinggal 2 Tahun, Roy Kiyoshi Enggan Berobat ke Luar Negeri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Roy Kiyoshi divonis dokter umurnya tinggal dua tahun lagi karena masalah jantung. Untuk pengobatan, Roy memilih secara tradisional dan enggan ke luar negeri.

Roy membuat pengakuan mengejutkan ketika menyebut umurnya tinggal dua tahun lagi. Tapi, dia tetap berusaha menjalani pengobatan. Pengobatan di dalam negeri menjadi pilihan mantan kekasih Evelyn Anjani itu.

“Kalau ke luar negeri, nggak, aku nggak berani keluar negeri. Karena masih ada kerjaan. Jadi aku berusaha buat berobat di sini saja,” katanya.

Selain pengobatan secara medis, Roy juga memilih menjalani pengobatan traadisional.

“Aku coba pengobatan chinesse herbal, terus juga itu coba pengobatan medis. Walaupun aku nggak terlalu ngerasa chinesse herbal ini manjur atau nggak. Jadi kalau pakai chinesse herbal harus pakai resep dari dokter ya. Jadi aku kurang paham ya,” ujarnya.

Roy mencoba mengubah gaya hidupnya, termasuk pola makan yang dinilainya sangat berantakan.

“Iya sekarang pantangan makan sudah berubah lagi nih, makannya sudah dibatesin. Jadi sudah nggak boleh makan yang bersoda, mi. Walaupun ada nasi goreng jangan terlalu kering, jangan terlalu basah,” ucapnya.

“Yang minyak sudah aku kurangin, sekarang walaupun ada nasi goreng kita jangan terlalu kering, jangan terlalu banyak minyak, jadi sekarang dalam batas yang wajar, makannya dibatasi,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini