Dituding Manfaatkan Anak Vanessa Angel untuk Konten, Tom Liwafa Murka

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Anak Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah, Gala Sky, terus menjadi perbincangan usai kedua orangtuanya meninggal. Kini, ada tudingan Gala dimanfaatkan untuk membuat konten.

Vanessa dan Bibi meninggal karena kecelakaan di jalan tol Jakarta arah Surabaya KM 673. Sedangkan Gala, sopir, dan pengasuh selamat.

Gala menjadi pusat perhatian usai kecelakaan maut tersebut. Banyak sahabat Vanessa dan Bibi yang turut membantu bahkan ada yang menjamin kesejahteraan anak berusia 1 tahun 7 bulan itu.

Di tengah kabar duka ini, muncul tudingan beberapa orang memanfaatkan Gala Sky untuk membuat konten dan mendapatkan cuan. Keluarga Vanessa dan Bibi sudah membantah hal itu, termasuk salah satu sahabat Bibi, Tom Liwafa.

“Dear orang-orang yang bacot di Twitter tapi gak ada kontribusinya! Sebelumnya mohon maaf apabila kata-kata saya lumayan blak-blakan ya. Saya akan menjelaskan beberapa case yang sudah kita tangani yang sebenarnya saya gak mau nulis ini kalau gak terpaksa. Anda tahu tidak bahwa dari awal, tangis, tenaga dan waktu kita sudah terkuras habis dalam proses yang kita jalankan ini,” katanya.

“Mengurus jenazah sahabat saya, pertolongan cepat terhadap Gala, memfasilitasi keluarga semua korban yang ada di Surabaya sampai hari ini sudah merupakan hal yang kita jalankan. Anda tahu gak bahwa setiap harinya di RS puluhan bahkan ratusan wartawan selalu tanya kepada semua keluarga gimana keadaan Gala?” ujarnya.

“Sedangkan kondisi dari keluarga gak bisa diwawancarai. Anda tahu tidak kenapa saya sedikit spill Gala (dan luka selalu saya tutupin)? Agar netizen tahu bahwa Gala dan asistennya baik-baik saja, agar tidak terjadi spekulasi yang aneh-aneh di media mana pun,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini