Ditilang di Amerika Serikat, Luna Maya: Nggak Bisa Salam Tempel

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Luna Maya sedang berlibur di Amerika Serikat. Apesnya, dia merasakan pengalaman ditilang polisi.

Luna Maya sedang berkendara menuju daerah Skull Rock bersama dengan Marianne Rumantir dan Erika Carlina. Di tengah jalan, terdengar sirene mobil polisi di belakang.

Mobil yang ditumpangi Luna Maya diberhentikan karena dinilai melanggar batas kecepatan yang ditentukan. Menurut keterangan polisi, dilarang ngebut di daerah Taman Nasional karena banyak hewan liar menyeberang.

“Jadi di sini ketat guys, enggak boleh ngebut. Di sini banyak hewan liar menyebrang. Dan kalau misalkan kita speeding dan nabrak binatang kita enggak boleh dan bisa dipenjara,” kata Luna Maya, di channel YouTube TS Media.

“Ini Taman Nasional, dilindungi. Nggak boleh (ngebut), jadi mereka sangat melindungi hewan liar yang ada di Taman Nasional,” katanya.

Polisi memberikan sebuah surat tilang kepada pengemudi mobil. Luna Maya membeberkan perbedaan tilang di Amerika Serikat dan Indonesia.

“Jadi kita ditilang di USA. Batas maksimumnya itu 25 km per jam, speed-nya kita 30 km per jam, berarti dia kasih yang paling rendah,” ucapnya.

“Ini bisa di pos, bisa dibayar online, enggak bisa tuh salam tempat. Dalam 3 hari kita harus bayar, maksimum 1 bulan. Tiga hari setelah ditilang langsung dibayar. Kalau kita enggak bayar ya yang nyetir bisa dicabut SIM-nya, enggak bisa nyetir lagi,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini