Disebut Meninggal Dunia, Robby Purba: Dilaporin Nangis-nangis Nanti

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar tak sedap datang dari presenter tanah air, Robby Purba. Pembawa acara itu belum lama ini mendapatkan kabar yang menggemparkan warganet. Ia diberitakan meninggal dunia lewat salah satu channel di YouTube.

Dalam channel YouTube A2 Info, terlihat sebuah thumbnail yang mengatakan pesan terakhir Robby Purba sebelum dirinya meninggal. Padahal, kondisi Robby saat ini sedang baik-baik saja.

Kabar hoax tersebut rupanya sampai ke telinga presenter bertubuh tinggi ini. Ia pun merespons hal tersebut melalui unggahannya di Instagtam.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by robbypurba (@robbypurba)

“Woy, ini orangnya lagi be*ak, meninggal dari mana?? Ibab!!! Wkwkwkwk,” tulis Robby dalam keterangan sebuah postingan tangkapan layar dari htumbnail video tersebut, Sabtu 12 Desember 2020.

Robby pun merasa kesal dengan pemberitaan tak benar mengenai dirinya itu. Ia bahkan berniat ingin melaporkan ke pihak berwajib, namun ia urungkan.

”Kek gini, dilaporin nangis2 nanti,” tulisnya.

Seolah ingin mematahkan kabar miring itu, Robby pun mengunggah foto dirinya sedang berolahraga. Hal itu juga untuk memastikan pada warganet bahwa dirinya sehat dan baik-baik saja.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by robbypurba (@robbypurba)

”Alhamdulillah belum meninggal,” kata Roby dalam unggahannya itu.

Unggahan Robby pun langsung banjir komentar dari kalangan artis. Mereka tidak habis pikir dengan adanya pemberitaan tersebut.

Ngeri bgt sii,” tulis Ashanty.

“Ya Allah baaang, naudzubillah,” tulis Indra Bekti.

Uda gilda gilda nyaahh,” tulis Patricia Gouw.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini