Di-bully, Tegar Septian: Mungkin Netizen Iri Sama Kecantikan Istri Gua!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pada 20 Maret 2020 lalu, mantan penyanyi cilik Tegar Septian resmi menikah di usianya yang masih muda, yakni 18. Ia menikahi Sarah Sheila Kamilia yang usianya kini 23 tahun.

Pernikahan keduanya pun menjadi sorotan. Istri Tegar yang beberapa tahun lebih tua itu pun nampaknya terus di-bully netizen. Hal itu diketahui dari unggahan Tegar di Instagram.

Tegar mengatakan netizen yang menghina istrinya dirasa kurang kerjaan. Ia menyebut mungkin Sarah terlalu cakep, makanya di-bully terus.

“Mungkin netizen yang suka ngehate istri gua, dia kurang kerjaan, makanya kerjaannya suka ngehate orang dan banyak yang hina istri gua aslinya jelek. Mungkin netizen iri sama kecantikan istri gua,” tulis Tegar di Instagram Story ditambah emoji tertawa.

Lebih lanjut Tegar mengatakan bahwa ia mencintai istrinya apa adanya. Ia memulai hubungan dengan Sarah dari nol.

“Hey gua mah cinta sama istri gua apa adanya maaf ya gua sama istri gua dari 0 sampai sekarang susah senang bareng. Emang ya netizen gk ada capenya untuk ngehate orang,” kata dia.

Pelantun ‘Aku Yang Dulu Bukan Yang Sekarang’ itu meminta netizen untuk mengurus hidupnya masing-masing. “Urus hidup sendiri aje susah, udah mau urus hidup orang. Netizen #hatersgonnahate,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini