Cihuy! Minho ‘SHINee’ Siap Tampil di Drama ‘Lovestruck in the City’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Salah satu member boyband Korea Selatan, Choi Min-ho bakal tampil di drama terbaru Lovestruck in the City. Hal ini diungkapkan oleh pihak SM Entertainment yang mengatakan Minho akan membuat penampilan khusus di drama tersebut.

Munculnya Minho di Lovestruck in the City, akan menjadi penampilan perdananya usai bermain di drama The Most Beautiful Goodbye dan Somehow 18 pada 2017. Kabar tersebut juga diungkap pihak manajemen melalui akun Twitter resmi mereka.

“Choi Minho akan membuat penampilan spesial di serial Kakao TV, Lovestruck in the City!,” kata SM sembari mengunggah foto aksi Minho di drama tersebut dalam media sosial mereka, Selasa 5 Januari 2021.

Dalam drama ini, Minho akan memerankan sosok Oh Dong-sik, yakni seorang petugas kepolisian. Nantinya, Minho akan beradu akting dengan aktor pesohor Korea lainnya seperti Ji Chang-wook, Kim Ji-woon dan masih banyak lagi.

Munculnya Minho dalam Lovestruck in the City ini diumumkan tak lama setelah SM Entertainment memastikan SHINee akan comeback pada tahun ini. Setelah terakhir kali merilis album pada 2018 yang bertajuk ‘The Story of Light’.

Lovestruck in the City menceritakan tiga pasang perempuan dan laki-laki yang tinggal di kota dan membagikan kisah cintanya di depan kamera seperti konsep film dokumenter. Tiga pasang perempuan dan laki-laki yang tinggal di kota dan membagikan kisah cintanya di depan kamera seperti konsep film dokumenter.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini