Pochetttino Tak Pikirkan Messi, Fokus Optimalkan Neymar dan Mbappe

Baca Juga

MATA INDONESIA, PARIS – Pelatih anyar PSG, Mauricio Pochettino tak mau memikirkan kabar yang menyebut Lionel Messi akan bergabung musim depan. Pochettino fokus mengoptimalkan dua bintang yang sudah ada, Neymar dan Kylian Mbappe.

Pochettino ditunjuk sebagai pelatih baru PSG menggantikan Thomas Tuchel yang dipecat pekan lalu. Pelatih asal Argentina diminta bisa membawa Les Parisiens lebih sukses dibandingkan sebelumnya.

Dalam jumpa pers pertamanya sebagai pelatih PSG, Pochetttino langsung ditanya soal kemungkinan bergabungnya Messi ke Stadion Parc des Princes musim depan.

Mantan pelatih Tottenham Hotspur itu enggan menanggapi rumor tersebut. Saat ini dia ingin mengoptimalkan pemain yang sudah ada dalam tim.

“Kami punya banyak waktu nanti untuk bicara soal ini. Semua pemain besar di dunia, saya pikir akan selalu diterima di PSG,” kata Pochettino, dikutip dari AS, Rabu 6 Januari 2021.

“Sejak mulai melatih bersama skuat, kami akan mencari posisi terbaik agar Neymar bisa tampil lebih baik lagi,” ujarnya.

“Pemain besar seperti Kylian Mbappe bisa bermain di berbagai posisi di lapangan. Hal paling penting adalah bagaimana perasaan dia saat di lapangan dan mencari ruang untuk menyerang,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Satelit Indonesia dan Jalan Panjang Menjaga Kedaulatan Informasi Nasional

Oleh: Abdul Nuhaiman*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kedaulataninformasi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur satelit sebagaifondasi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis tersebut tidak hanyamemastikan konektivitas menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga memperkuat ketahanan nasional di bidangkomunikasi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pertahanan dan keamanan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, penguatan kapasitassatelit nasional menjadi bukti bahwa pemerintah mempersiapkan Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing dalam mengelola ruang digital maupun ruang antariksa. Peluncuran satelit multifungsi SATRIA-1 menjadi salah satu langkah penting dalammemperluas akses internet, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Satelit tersebut dirancang untuk melayani ribuan titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Kehadiran satelit nasional bukan hanya mempersempit kesenjangan digital antarwilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakatdalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi digital. Dengansemakin luasnya akses internet, peluang pengembangan usaha mikro, pembelajarandaring, dan pelayanan publik berbasis digital juga semakin meningkat.Di sisi lain, penguasaan satelit tidak cukup hanya dengan memiliki perangkat yang mengorbit di angkasa. Indonesia juga perlu membangun ekosistem industri antariksayang kuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset teknologi, manufaktur komponen, hingga kemampuan mengoperasikan dan memelihara satelitsecara mandiri. Selama ini sebagian besar teknologi satelit masih melibatkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut memang penting sebagaibagian dari transfer teknologi, namun dalam jangka panjang Indonesia perlumeningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada negara lain. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri teknologi, dan pemerintah perlumemperkuat kolaborasi agar inovasi di bidang antariksa dapat berkembang secaraberkelanjutan.Selain aspek teknologi, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindunganterhadap data nasional. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini