Chika Kinsky dan Yumi Kwandy Putus, Netizen Malah Kegirangan: Alhamdulillah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pasangan sesama jenis Chika Kinsky dan Yumi Kwandy dikabarkan kandas setelah menjalin hubungan asmara selama 2 tahun lamanya.

Kandasnya hubungan tersebut disampaikan oleh Yumi Kwandy lewat tayangan YouTube. Ia menegaskan bahwa video tersebut merupakan konten terakhir bersama Chika Kinsky.

“This is probably our last video. Jadi dengan ini, kita pengen kalian tahu kalau kita putus. Berpisah,” ucap Yumi Kwandy.

Yumi mengungkapkan banyak yang bertanya-tanya alasan hubungannya dengan Chika kandas. Namun, model cantik itu hanya meminta didoakan yang terbaik.

Dia tidak memungkiri merasa tersakiti atas kandasnya hubungan tersebut. Begitu pun Chika yang merasa ini tidak adil. Hanya saja, Chika Kinsky menyebut ini adalah yang terbaik untuk mereka.

Kabar berakhirnya hubungan pasangan tersebut pun diunggah ulang akun @info_net21 pada laman media sosial TikTok. Kebanyakan, komentar yang bermunculan justru bersyukur mereka putus.

@info_net21

Yumi Kwandy dan Chika Kinsky Umumkan Putus #CHIZLeaderGoldSlice #justyummy #yumskysdiary #chikakinsky #yumikwandy #trending #viral #fyp #beritaviral #viraltiktok #beritahiburan#beranibersuara

♬ suara asli – sadvibes? – Sadvibes?

“Alhamdulillah kembali ke jalan yg benar,” sambung netizen.

“Syukurlah klo sudah sadar,” tambah netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini