Chanyeol EXO Umumkan Tanggal Wamil usai Minta Maaf ke Penggemar

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Chanyeol EXO dikabarkan akan menjalani wajib militer (wamil) bulan depan. Menurut laporan outlet media eksklusif pada 26 Februari, Chanyeol telah dipanggil untuk menjalankan wajib militer mulai tanggal 29 Maret.

Pada 26 Februari, SM Entertainment mengonfirmasi, “Chanyeol akan mendaftar sebagai tentara aktif pada 29 Maret.” Agensi melanjutkan, “Lokasi dan waktu pendaftarannya tidak akan diungkapkan, dan tidak ada acara khusus yang akan diadakan.”

Idola tersebut akan menjadi anggota ke-5 EXO yang mengikuti wamil. Adapun anggota EXO yang sudah selesai menjalani wamil adalah Xiumin dan D.O, sementara Suho dan Chen masih berada di militer.

Sementara itu, sebelum pengumuman wamil ini dirilis, baru-baru ini Chanyeol EXO memposting surat melalui komunitas penggemar resmi EXO, Lysn. Ia akhirnya menyapa penggemar usai dugaan skandal perselingkuhan beberapa bulan lalu.

Chanyeol membagikan sebuah postingan, menyapa EXO-L setelah lama absen, meminta maaf kepada EXO-L, dan berjanji untuk menjadi lebih baik di masa depan, untuk menebus kesalahan EXO-L.

Permintaan maaf ini diartikan oleh fans bahwa Chanyeol akan menghentikan absennya selama 4 bulan saat dugaan kontroversi muncul. Setelah fans dengan sabar menunggu kembalinya dia ke industri, Chanyeol pun malah dikabarkan akan menjalani wamil.

Di Twitter, nama Chanyeol pun langsung menjadi perbincangan hangat dan menjadi trending topic. Tak sedikit yang berharap pria bermarga Park itu merilis single sebelum dirinya berangkat wamil.

Sementara itu, selain Chanyeol, Baekhyun yang juga lahir pada tahun 1992, kemungkinan besar harus memulai tugas wamil mereka pada akhir tahun ini. Penggemar pun masih harus bersabar untuk melihat EXO tampil lengkap.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini