Sriwijaya Air Obral Tiket Promo Cap Go Meh, Cek Rute Penerbangannya Disini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Maskapai penerbangan Sriwijaya Air Group yang terdiri dari Sriwijaya Air dan NAM Air kembali memberikan promo tiket bagi penumpang setianya.

Kali ini, Sriwijaya meluncurkan program diskon khusus Cap Go Meh bertajuk ‘Heboh’ (Hemat Buat Loh!). Program ini bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh yang acapkali digunakan masyarakat untuk pulang kampung.

“Program istimewa Cap Go Meh ini dilaksanakan oleh Sriwijaya Air dan NAM Air sebagai persembahan khusus dari Sriwijaya Air Group untuk pelanggan setia kami,” kata Direktur Niaga Sriwijaya Air Group, Henoch Rudi Iwanudin.

Henoch mengatakan program ini menawarkan harga tiket dengan diskon sehingga jauh lebih hemat, hanya Rp 215.000 per penumpang, untuk beberapa rute penerbangan pilihan.

Rute yang masuk ke dalam program promo ini antara lain Luwuk-Makassar- Luwuk, Jakarta-Belitung-Jakarta, Bangka-Belitung-Bangka, Jakarta-Makassar-Jakarta, Ketapang-Semarang-Ketapang, serta Pontianak-Putussibau-Pontianak.

Selain itu juga rute Jakarta-Bangka-Jakarta, Bangka-Palembang-Bangka, Ternate-Makassar-Ternate, Ketapang-Pontianak-Ketapang, dan Surabaya-Makassar-Surabaya. Serta, rute Semarang-Makassar-Semarang, Jakarta -Sampit-Jakarta, Jakarta-Pontianak-Jakarta, Makassar-Yogyakarta-Makassar, dan Jakarta-Padang-Jakarta.

Program Cap Go Meh ‘Heboh’ ini tersedia untuk pembelian tiket pada tanggal 26 Februari 2021 mulai pukul 00.00 WIB untuk periode terbang antara tanggal 1 Maret – 31 Desember 2021.

“Untuk mendapatkan tiket harga hemat ini pelanggan cukup mengakses mobile apps resmi Sriwijaya Air atau NAM Air serta masukkan kode promo ‘CAPGOMEH2’,” kata Henoch.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini