Cerita Via Vallen ‘Nggandol’ di Truk saat SMP, Rela Nyamar Jadi Cowok Demi Uang Jajan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Via Vallen baru-baru ini membuat terkejut pengikutnya di Instagram karena menceritakan masa dirinya duduk di bangku SMP. Tak disangka, ia punya pengalaman pulang sekolah dengan mencari tumpangan truk.

Hal ini bermula dari unggahan foto kartu pelajar sang pelantun ‘Sayang’ itu di Instagram. Rupanya, ia pernah bersekolah di SMP Iskandar Said Suraaya.

Perempuan yang memiliki nama asli Maullidya Octavia ini terlihat polos dengan hijab berwarna putih untuk foto Kartu Tanda Pelajaran (KTP) yang dimiliki. Tertera, kartu itu dibuat tahun 2004.

Dalam captionnya, Via Vallen pun menceritakan pengalamannya menjadi penumpang truk saat berangkat dan pulang sekolah. Bahkan, demi bisa naik truk ia rela melakukan penyamaran.

“Demiii apaaa nemuu giniaan. Ya allah udah tuaa akuu. Tahun 2004 jaman dimana kalo ke sekolah pulang perginya nggandol truk dr tikungan deket bioskop anta siwalan, sampe ke jembatan kuntisari,” tulis Via.

Meski mendapat tumpangan truk, Via Vallen mengaku masih harus berjalan kaki. Itu semua dilakukan Via agar bisa membeli jajan.

“Biar uang buat naek angkotnya iso digawe njajan,” tulis Via.

Via menyebut dirinya naik truk dengan mengubah penampilannya. Ia melepas seragam sekolahnya dan menyamar menjadi sosok pria dengan topi dan kaos oblong.

“Fyi pas nggandol aku gak pakek seragam aka nyamar jadi cowok,” tulis Via.

Unggahan Via Vallen ini pun ramai dapat sorotan dari warganet. Banyak yang lantas berikan pujian pada sosok polos Via Vallen kala SMP.

“”Maullidya octavia” dan baru kali ini aku tau nama aslimu mbak sing ayu dewe ?,” komentar @ha**oko0316.

“Fotonya imuttttt bgettt sihhhhh ????????,” tulis
aris**pinda.

“Sehh jaman jamanne remaja ki?ternyata dari SMA tekan Saiki tetep ayuu?,” kata @khafi**ufar_.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini