Cerita RM BTS Kabur dari Big Hit 6 Bulan Sebelum Debut, Pesan Ayah Bikin Luluh

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA BTS akhirnya hadir sebagai bintang tamu di episode ketujuh program survival show I-LAND pada Jumat, 14 Agustus 2020 lalu. Kehadiran BTS ini membuat para trainee terkejut.

Ada segmen di mana BTS memberikan saran kepada trainee tentang kekhawatiran yang mereka rasakan. Salah satu trainee bernama Taki, mengungkapkan ini adalah pertama kalinya dia berada jauh dari keluarganya untuk waktu yang lama dan dia sangat merindukan keluarganya.

Sama seperti para trainee, BTS juga pernah menghadapi situasi di mana mereka juga jauh dari keluarga sejak usia muda. Bahkan, ketika nama BTS makin moncer di industri K-Pop mereka tetap jarang bisa melihat keluarga mereka.

BACA JUGA: 5 Fakta Menarik Persahabatan Yeo Jin Goo dan Jungkook BTS yang Jarang Orang Tahu

RM kemudian membagikan kisah ketika dia kabur atau melarikan diri dari Big Hit Entertainment enam bulan sebelum BTS ditetapkan untuk debut. RM akhirnya bertemu dengan ayahnya, yang menjadi alasan dia kembali ke agensi.

Ayah RM menghabiskan beberapa jam meyakinkannya untuk kembali ke agensi. Ayah RM berkata, “Aku tahu kamu ingin tetap berada di sana (Big Hit Entertainment) dan kamu juga harus berada di sana.”

Tak hanya itu, sang ayah juga berkata kepada pemilik nama asli Kim Namjoon itu bahwa jika dia tidak kembali, dia akan menyesal di kemudian hari. RM pun akhirnya memutuskan kembali ke Big Hit Entertainment.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini