Cegah Covid-19 pada Anak dan Remaja dengan Gizi Seimbang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tanggal 25 Januari merupakan peringatan Hari Gizi Nasional, saat ini Kementrian Kesehatan (Kemenkes) menjadikan Remaja sebagai sasaran Hari Gizi dengan tema “Remaja Sehat, Bebas Anemia”. Dalam masa pandemi seperti ini, asupan makanan bergizi untuk anak-anak dan remaja sangatlah penting.

Pada masa remaja, kecepatan pertumbuhan meningkat dan terjadi pematangan organ seksual. Untuk pertumbuhan yang optimal baik anak-anak maupun remaja memerlukan asupan gizi yang seimbang dan dapat mencukupi kebutuhan mereka. Selain itu, gizi seimbang juga meningkatkan daya tahan tubuh mereka terhadap infeksi virus Covid-19.

Sayangnya, saat di rumah, anak-anak dan remaja kebanyakan belum memerhatikan asupan gizi yang baik untuk tubuhnya. Sebagian besar dari mereka masih banyak mengonsumsi junk food.

Penularan Covid-19 terhadap generasi muda dapat menjadi carrier atau pembawa virus tanpa menunjukkan gejala apapun. Untuk mencegah hal itu, disamping menjaga protokol kesehatan, mereka juga harus makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

1. Zat Gizi Makro

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) pada tahun 2019, kebutuhan energi remaja pria usia 13-15 tahun adalah sebesar 2400 kkal dan usia 16-18 tahun sebesar 2650 kkal. Sedangkan remaja wanita usia 13-15 tahun sebesar 2050 kkal dan usa 16-18 tahun sebesar 2100 kkal.

Kecukupan energi sebesar 50-60 persen dianjurkan berasal dari karbohidrat kompleks, seperti beras, terigu dan hasil olehannya, jagung, gula, umbi-umbian, dan lainnya.

Nah, untuk proteinnya pada remaja pria dibutuhkan sebesar 70-75 gram, sedangkan untuk remaja wanita dibutuhkan 65 gram. Fungsi protein yang utama adalah memelihara dan mengganti sel-sel yang rusak dan mengatur fungsi fisiologis tubuh.

Protein juga berperan untuk membentuk antibodi dalam sel darah putih. Sehingga dapat meningkatkan respon kekebalan tubuh dn membunuh banyak virus maupun bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Makanan yang terdapat banyak sumber protein, seperti daging sapi, ayam, susu dan hasil olahannya, ikan, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan lainnya.

Lemak yang merupakan sumber energi cadangan dalam tubuh dan sebagai pelarut vitamin larut lemak juga penting, namun tidak dianjurkan secara berlebihan karena dapat meningkatkan kadar kolestrol darah. Cukup penuhi kebutuhan sebanyak 25-30 persen dari total energi.

2. Zat Gizi Mikro

Zat Gizi mikro meliputi vitamin dan mineral. Vitamin berfungsi sebagai zat pengatur pada berbagai proses metabolisme tubuh.

Pada era pandemi seperti ini, vitamin A, C, E sangat berperan penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dan vitamin D untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan sistem pernafasan dengan berjemur di bawah sinar matahari serta memakan bayam, kubis, kacang kedelai, ikan sarden, salmon, serta outmeal atau seral.

Hendaknya vitamin-vitamin itu ada dalam makanan sehari-hari remaja dan anak-anak. Sumber vitaminA berada pada wortel, brokoli, bayam, ubi jalar, hati ayam dan sapi, serta telur.

Sumber vitamin C antaranya ada jeruk, jambu biji, brokoli, bunga kol, dan pepaya. Yang terakhir, vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas antara lain biji bunga matahari, almond, kacang tanah, mangga, alpukat, dan kiwi.

Kemudian, mineral sebagai zat yang berperan dalam proses metabolisme tubuh yang sangat dibutuhkan remaja dan anak-anak diantaranya kalsium dengan kebutuhan 1200 mb/hari terdapat pada ikan, sayuran hijau, susu dan olahannya. Zat besi pada remaja pria membutuhkan sebesar 11 mg/hari dan pada remaja wanita 15 mg/hari.

Sumber zat besi dapat kamu temui pada daging sapi, hati sapi, telur, kacang-kacangan, tomat, bayam, tahu, dan lainnya. Lalu yang terakhir adalah zinc, remaja membutuhkan 9-11 mg zinc/hari, zinc dapat ditemukan pada telur, hati sapi, tiram, daging ayam, tahu, tempe, udang, susu, kacang merah, dan jamur.

Selain itu, remaja dan anak-anak juga dianjurkan untuk mengonsumsi air yang cukup, yaitu 8-10 gelas per harinya. Kemenkes juga mengajak para remaja dan anak-anak untuk tetap berolahraga selama 30 menit minimal tiga kali dalam sepekan untuk menjaga kebugaran tubuh.

Reporter : Anggita Ayu Pratiwi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini