Buntut Kontroversi Kim Garam, LE SSERAFIM Batalkan Semua Jadwal Promosinya

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Isu kasus kontroversial Kim Garam masih terus berlanjut. Kini pihak agensi mengumumkan kabar terkait jadwal LE SSERAFIM.

Melansir dari Allkpop, pihak agensi mengumumkan bahwa semua jadwal LE SSERAFIM dibatalkan mulai 20 Mei 2022. Pengumuman itu diumumkan melalui platform komunitas penggemar, Weverse.

“Kami meminta maaf kepada para penggemar yang menunggu acara (‘Music Bank’ dan fan sign),” tulis mereka.

Sebelumnya LE SSERAFIM dijadwalkan akan hadir ke acara musik ‘Music Bank’ pada 18 Mei 2022 dan acara fan sign pada hari yang sama. Namun kedua jadwal itu dibatalkan dan penggantian jadwal akan diumumkan di kemudian hari.

Pembatalan jadwal ini merupakan buntut dari kasus kontroversi salah satu member LE SSERAFIM, Kim Garam. Kini pihak agensi tengah meninjau kasus tersebut lebih lanjut.

Sebelumnya pada 19 Mei 2022, perwakilan hukum ‘A’ dari mantan korban perundungan di sekolah merilis pernyataan panjang yang menglaim Kim Garam menerima hukuman formal. Pernyataan itu dirilis karena Garam ikut serta dalam penindasan teman sekelasnya pada 2018.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini