Buntut Konser Berdarah Travis Scott, FBI Turun Tangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kerusuhan yang terjadi di konser rapper Hollywood, Travis Scott masih menyisakan duka mendalam. Konser yang meriah itu berbubah menjadi tragedi dan menewaskan delapan orang pada Jumat 5 November 2021.

Kini, kericuhan konser bertajuk Astroworld itu pun masih dalam pemeriksaan pihgak kepolisian. Bahkan, intelijen Amerika Serikat, FBI menawarkan bantuan untuk mengusut kasus tersebut.

Dilanisr Billboard, FBI telah menawarkan untuk bergabung dengan penyelidikan kriminal atas peristiwa mematikan di festival Astroworld Travis Scott di Houston pada Jumat malam.

Seorang juru bicara agensi, Brittany Garcia mengonfirmasinya pada Selasa, 9 November 2021.

“FBI Houston telah menawarkan bantuan dan sumber daya kami ke Departemen Kepolisian Houston dan kami siap untuk membantu,” kata Brittany.

Menurut Associated Press, penyelidikan kriminal sedang dilakukan untuk mencari tahu apa yang menyebabkan insiden mematikan Jumat malam. Pada saat itu sekitar 50 ribu orang kerumunan menekan ke arah panggung ketika Travis Scott tampil.

Sementara itu, pihak kepolisian Houston enggan berkomentar mengenai gabungnya FBI dalam menyelidiki kasus ini. Namun, setidaknya ada 18 kasus yang telah diajukan ke kepolisian, termasuk dugaan kelalaian Travis Scott dan pihak konser Astroworld.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Perdagangan Karbon dan Jalan Baru Ekonomi Hijau Indonesia

*) Oleh: Bayu NugrahaPerubahan iklim kini menjadi perhatian strategis yang mendorong negara-negara di dunia memperkuat pembangunan berkelanjutan. Bagi Indonesia, agenda tersebutberjalan seiring dengan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi, memperkuatketahanan pangan dan energi, serta memenuhi komitmen penurunan emisi. Dalamkonteks ini, perdagangan karbon hadir sebagai instrumen strategis yang membukapeluang bagi tumbuhnya ekonomi hijau nasional.Kebijakan perdagangan karbon menandai langkah maju Indonesia dalammengembangkan tata kelola lingkungan yang lebih inovatif dan berorientasi pada keberlanjutan. Melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam secara bertanggungjawab, pengembangan teknologi hijau, dan peningkatan investasi berkelanjutan, Indonesia berupaya membangun model pertumbuhan ekonomi yang mampumenciptakan nilai tambah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tampak membaca momentum ini secarastrategis. Melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK), pemerintah mulai membangun fondasi tata kelola perdagangan karbonyang lebih terstruktur dan memiliki kepastian hukum. Regulasi tersebut bukan hanyamenjadi instrumen pengendalian emisi gas rumah kaca, tetapi juga membuka ruanginvestasi hijau yang semakin diminati pasar global. Dengan demikian, perdagangankarbon tidak lagi dipandang sebagai isu lingkungan semata, melainkan sebagaibagian dari strategi pembangunan nasional jangka panjang.Selain itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa perdagangankarbon dapat menjadi sumber pembiayaan baru bagi kegiatan penanaman dan restorasi hutan. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya pergeseran fundamental dalam model bisnis sektor kehutanan Indonesia....
- Advertisement -

Baca berita yang ini