Usai Ucapkan Selamat Hari Pahlawan, Hari Ini Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hingga Ziarah di Kalibata

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Agenda Presiden Jokowi, Rabu 10 November 2021 dimulai dengan membuat ucapan Hari Pahlawan dan memimpin upacara di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Menurut Presiden, Bangsa Indonesia sekarang semakin kokoh seperti karang karena selalu berhasil berjuang melewati ujian zaman yang tidak pernah berkurang.

Indonesia berhasil melewati krisis, resesi dan pandemi karena para pejuang yang selalu hadir saat dibutuhkan.

“Krisis, resesi, dan pandemi akan dapat kita lalui berkat para pejuang yang selalu hadir di semua palagan pengabdian saat dibutuhkan,” ujar Jokowi, Rabu.

Setelah itu, Presiden Jokowi pergi ke Taman Makam Pahlawan Kalibata dari Istana Bogor untuk memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Upacara tersebut menurutnya begitu khidmat yang dilanjutkan menaburkan bunga di atas pusara para pejuang salah satunya makam korban G 30 S, Jenderal TNI Sutoyo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini