Cihuy! ‘Squid Game’ Lanjut Season 2

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar gembira bagi penggemar ‘Squid Game’. Setelah sempat simpang siur, akhirnya dipastikan serial itu akan dilanjutkan ke season 2.

Kepastian ‘Squid Game’ season 2 diungkapkan langsung sutradara sekaligus kreator, Hwang Dong-hyuk dalam sesi tanya jawab di pemutaran drama korea di Los Angeles.

“Ada begitu banyak tekanan, begitu banyak permintaan dan begitu banyak cinta untuk season kedua,” ujarnya, dikutip dari Variety, Rabu 10 November 2021.

“Jadi saya hampir merasa kalian tidak memberi kami pilihan. Tapi saya akan mengatakan memang akan ada season kedua. Saat ini saya sedang dalam proses perencanaan,” katanya.

Hwang meredam ekspektasi dengan mengatakan masih terlalu dini untuk memberikan detail konkret tentang tindak lanjut ‘Squid Game’ season 2 dan Netflix belum membuat pengumuman resmi apa pun.

Namun, Hwang mengonfirmasi aktor Lee Jung-jae akan kembali sebagai karakter utama Seong Gi-hun.

“Saya pikir masih terlalu dini untuk mengatakan kapan dan bagaimana itu akan terjadi. Jadi saya akan berjanji pada kalian, Gi-hun akan kembali. Dia akan melakukan sesuatu untuk dunia,” ungkapnya.

Setelah tayang perdana di Netflix pada bulan September, ‘Squid Game dengan cepat menarik jutaan penggemar di seluruh dunia, mempertahankan posisi No. 1 di daftar 10 acara terpopuler Netflix selama berminggu-minggu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini