Bunda, Tak Perlu Khawatir Jika Anak Sering Mengompol

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Dalam dunia medis, mengompol disebut dengan istilah nocturnal enuresis atau buang air kecil dalam keadaan tidak sadar saat tertidur lelap. Ini umum dialami anak pada usia bayi, balita hingga usia tujuh tahun.

Kekhawatiran para ibu biasa muncul saat kondisi ini terus berlanjut hingga anak berusia di atas tujuh tahun. Namun, para ahli memiliki solusi atas kondisi ini yang bisa para ibu lakukan di rumah untuk sang anak.

Mengutip dari boldsky.com, inilah cara-cara sederhana mengurangi gejala ngompol pada anak yang bisa dilakukan di rumah:

1. Makan Kismis

Rasa manis pada kismis tentu disukai anak. Berikan beberapa buah kismis kepada anak sebelum ia tidur untuk dikonsumsi setiap hari. Kandungan pada kismis itu menahan agar produksi urin tidak berlebihan sehingga anak tidak mengompol.

2. Makan Pisang

Buah yang digemari banyak orang ini selain melancarkan pencernaan juga bisa mengatasi masalah anak mengompol. Berikan dua atau tiga buah pisang kepada anak setiap hari. Buah ini berfungsi menahan keinginan untuk buang air kecil, terutama saat anak tertidur.

3. Pijat

Salah satu sebab kenapa anak sering mengompol adalah pelebaran otot panggul yang sering terjadi secara tidak sengaja. Cara mengatasinya adalah dengan memijat anak secara perlahan dari telapak tangan, bagian atas perut hingga keseluruhan bagian bawah tubuh anak. Lakukan ini secara rutin dengan minyak yang sehat seperti zaitun.

4. Gunakan Selimut dan Kaus Kaki

Penyebab lainnya rasa ingin buang air kecil yang tidak terkontrol adalah karena suhu dingin yang dirasakan tubuh anak. Jadi, untuk mengatasi itu, biasakan anak tidur dengan selimut yang hangat dan kaus kaki agar tidak merasa kedinginan, sehingga mengurangi keinginan untuk kencing. (Ryan)

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini