Joe Biden Undang BTS ke White House pada 31 Mei 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Baru-baru ini White House Washington mengumumkan bahwa akan mengundang BTS untuk membahas inklusi dan representasi Asia. Pengumuman ini langsung diumumkan secara resmi oleh White House melalui beberapa media pada 26 Mei 2022 waktu setempat.

Melansir dari Allkpop, boy group yang beranggotakan tujuh orang ini akan hadir secara langsung ke White House pada 31 Mei 2022. Mereka akan membahas inklusi dan representasi Asia dan untuk mengatasi kejahatan, serta diskriminasi dan kebencian anti-Asia bersama Presiden AS Joe Biden.

Siaran pers menyatakan, “Presiden Biden dan BTS juga akan membahas pentingnya keragaman dan inklusi. Platform BTS sebagai duta muda yang menyebarkan pesan harapan dan hal positif ke seluruh dunia.”

Sebelumnya, Biden telah berbicara tentang komitmennya untuk memerangi gelombang kejahatan kebencian anti-Asia. Ia juga menandatangani Undang-Undang Kejahatan COVID-19 pada Mei 2021.

Selain itu, BTS juga akan merayakan Asian-American and Native Hawaiian/Pacific Islander Heritage Month.

Sebelumnya, BTS dan agensi telah bekerja sama dengan UNICEF pada 2017. Mereka membuat kampanye anti-kekerasan dengan tajuk ‘LOVE MYSELF’. BTS juga telah ditunjuk sebagai utusan khusus presiden Korea Selatan pada Juli 2021 oleh Moon Jae In.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai PidatoPresiden di DPR

Oleh: Dalia Kinanti )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi penanda penting arah barupembangunan ekonomi nasional. Kehadiran langsung Presiden untuk memaparkan kebijakan ekonomi dan fiskal memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantanganglobal sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomiIndonesia.Pemerintah Indonesia memandang situasi ekonomi global yang dipenuhiketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan tekanan terhadapnilai tukar sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Karena itu, Presiden Prabowo memilih menyampaikan langsungarah kebijakan ekonomi nasional agar publik memperoleh kepastianmengenai strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomiIndonesia selama tujuh tahun terakhir memang menunjukkanperkembangan positif. Namun, Presiden juga mengingatkan masih adanya persoalanmeningkatnya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin sertamenurunnya kelas menengah dalam periode yang sama. Kondisi tersebutdinilai menjadi tanda bahwa arah pembangunan ekonomi perlu diperbaikiagar hasil pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.Pemerintah menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejarpertumbuhan angka makro. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhanekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat dayabeli masyarakat, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi seluruhlapisan masyarakat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti rendahnya rasio penerimaannegara terhadap produk domestik bruto dibandingkan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Pemerintahmemandang kondisi tersebut perlu dibenahi karena berdampak terhadapkemampuan negara dalam membiayai pembangunan nasional dan memperluas program kesejahteraan masyarakat.Pemerintah Indonesia menegaskan pembenahan tata kelola ekonomiharus dilakukan secara menyeluruh. Presiden Prabowo mengungkapadanya praktik oknum pelaku usaha yang tidak melaporkan keuntungansecara faktual dan memindahkan perusahaan ke luar negeri demi memperoleh keuntungan lebih besar. Pemerintah menilai praktik tersebutmenghambat optimalisasi penerimaan negara dan mengurangi manfaatekonomi bagi rakyat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti posisi Indonesia sebagaiprodusen utama sejumlah komoditas dunia yang belum sepenuhnyamemiliki kendali terhadap penentuan harga ekspor. Pemerintah menilaikondisi itu menjadi alasan penting untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan memperkuatkemandirian ekonomi nasional.Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomitetap berpedoman pada Pasal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini