BLACKPINK Buat Sejarah Baru di Billboard 200 Berkat ‘BORN PINK’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – BLACKPINK baru-baru ini membuat sejarah baru di Billboard 200. Mereka akhirnya debut berada di peringkat pertama di tangga lagu bergengsi tersebut.

Melansir dari Soompi, Billboard mengumumkan bahwa album studio baru milik BLACKPINK yang bertajuk ‘BORN PINK‘ telah debut berada di peringkat pertama. Mereka berada diposisi pertama di tangga lagu ‘Top 200 Albums’ yang terkenal.

Ini merupakan peringkat album paling populer di AS. Kini BLACKPINK telah menjadi artis K-Pop wanita pertama dalam sejarah yang pernah menduduki puncak Billboard 200.

Selain itu, mereka juga menjadi grup wanita pertama dari negara mana pun yang berhasil mencapai peringkat pertama. Pencapaiannya ini merupakan sejarah bagi Billboard sejak 2008 oleh Danity Kane dengan albumnya ‘Welcome to the Dollhouse’ yang memulai debutnya di peringkat pertama.

Menurut Luminate, ‘BORN PINK’ telah memperoleh total 102 ribu unit album yang setara selama minggu yang berakhir pada 22 September 2022. Total skor album terdiri dari 75.500 penjualan album tradisional.

Ini menandai minggu penjualan AS terbesar ketujuh dari semua album yang dirilis pada 2022 ini.

Selain itu, juga album ‘BORN PINK’ telah memiliki 25 ribu unit streaming setara album (SEA). Hal ini berarti ada 37,49 juta streaming audio sesuai permintaan selama sepekan.

‘BORN PINK’ merupakan album Top 10 kedua BLACKPINK setelah ‘THE ALBUM’, yang mana album pertamanya itu berhasil berada di posisi kedua di Billboard 200 pada 2020. Album kedua BLACKPINK ini juga menjadi entri keempat mereka secara keseluruhan di tangga lagu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Perkuat Perlindungan Jemaah Haji di Tengah Konflik Global

Oleh: Arifa Kirana Putri )*Pemerintah terus memperkuat langkah perlindungan terhadap jemaah haji Indonesia di tengah meningkatnya dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah. Situasi konflik yang melibatkan sejumlah negara menjadiperhatian serius pemerintah agar tidak berdampak terhadap kelancarandan keamanan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Karena itu, koordinasi lintas kementerian, penguatan diplomasi, hinggakerja sama internasional terus diperluas demi memastikan seluruh jemaahdapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.Komitmen tersebut terlihat dari penguatan kerja sama antara Polri dan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Pemerintah menilaiperlindungan jemaah tidak cukup hanya melalui pelayanan teknis ibadah, tetapi juga harus mencakup aspek keamanan, pendampingan hukum, serta pencegahan praktik ilegal yang dapat merugikan masyarakat.Dalam audiensi antara Wakapolri Dedi Prasetyo dan Wakil Menteri Haji dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini