Bintang Emon Tampil Kritis Saat Stand Up, Ernest Prakasa: Respek!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini, Bintang Emon tampil dalam program somasi pada kanal YouTube milik Deddy Corbuzier.

Ia melakukan stand up dengan materi-materi yang berisikan keresahannya terhadap pemerintah selama kurang lebih lima menit.

Materi-materi yang disampaikan oleh Bintang Emon dinilai mewakili suara masyarakat yang juga merasakan keresahan yang sama.

Hal itu membuat Ernest Prakasa memuji penampilan Bintang Emon melalui cuitan di laman media sosial Twitter pribadinya.

Aktor sekaligus sutradara tersebut mengatakan bahwa dirinya sangat rispek terhadap Bintang Emon yang dengan lantang menyuarakan keresahannya.

“Bintang Emon padahal gausah kritis pun bisa idup tenang. Tapi dia memilih untuk tetap lantang. Rispek,” tulisnya.

Selain memuji Bintang, Ernest Prakasa juga berikan sindiran kepada seniman-seniman yang sudah merasakan kenyamanan sehingga tidak lagi memiliki pemikiran kritis.

“Kenyamanan sering kali jadi musuh bagi seniman. Pembunuh kekritisan. Padahal seniman sejatinya adalah ‘voice of reason’. Pembawa aspirasi dan keresahan masyarakat,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini