Bikin Pangling! Begini Hasil Make Up Puan Maharani oleh Bubah Alfian

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Upacara Kemerdekaan RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2022 lalu dihadiri oleh banyak tamu Negara. Salah satunya adalah Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Puan Maharani menuai berbagai pujian karena penampilannya saat hadir dalam Upacara Kemerdekaan RI yang sangat anggun dan menawan.

Ia mengenakan kebaya model kartini berwarna abu-abu yang dirancang langsung oleh desainer ternama di Indonesia, Didiet Maulana.

Kebaya model kartini yang dikenakannya lantas dipadu padankan dengan Batik Tulis Gentongan yang dibuat dalam waktu 1 tahun di Tanjung Bumi, sebuah kecamatan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Tidak hanya busana, hasil make up dari putri Megawati Soekarno itu juga menuai banyak pujian netizen, Ia tampil dengan riasan natural namun tetap terlihat segar, membuatnya nampak manglingi dan awet muda.

Unggahan Stori Instagram Puan Maharani

Selain mengenakan busana hasil rancangan Didiet Maulana, Puan juga menggunakan jasa make up artist ternama yakni Bubah Alfian.

“Make Up untuk Ibu Puan Maharani @ketua_dprri. Hari ini lebih tidak terlalu tegang, sampe Ibu tadi bilang ‘udh hapal wajahku ya Bubah’” tulis Bubah Alfian dalam keterangan unggahannya di Instagram.

Ini merupakan kedua kalinya Bubah Alfian merias wajah Puan, dan kini dirinya mengaku sudah tidak lagi merasakan tegang seperti saat pertama kali.

“Dan tadi sempat ngobrol, kemarin deg-degan banget ken takut sama Ibu, tapi ternyata beliau baik banget dan sangat lembut serta sabar,” sambungnya.

Netizen pun lantas memuji Puan Maharani yang terlihat sangat cantik karena hasil make up Bubah Alfian.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bubah Alfian (@bubahalfian)

“Bu Puan cantikkk banget,” tulis netizen

“Make up ini lebih bikin cantik Mbak Puan dibanding yang kemarin yang di MPR,” sambung netizen.

“Ini Ibu Ketua DPR kita dibikin ayu, natural dan adem gini… ciamik,” tutup netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini