Berlanjut, Ahmad Dhani Kini Tantang Balik Jerinx SID?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAAhmad Dhani kembali mengunggah video terkait Jerinx SID yang menyebut agama itu konspirasi. Dhani mengaku tak mau mendebatkan soal agama.

Lewat sebuah video di kanal YouTubenya, Video Legend, suami Mulan Jameela itu ia berpegang kepada ucapan Imam Syafi’i untuk tak mendiskusikan hal tersebut.

“Apanya yang mau didebatkan? Apanya yang mau didiskusikan? Bagi kami umat beragama, adanya agama itu sudah final bahwa agama itu ada dan bukan konspirasi. Jadi nggak bisa didiskusikan lagi. Kalau ente mau bicara agama itu hasil konspirasi silakan,” kata Dhani.

BACA JUGA: Adu Mulut Soal Agama, Perseteruan Jerinx SID-Ahmad Dhani Makin Panas

Lebih lanjut, ia pun menyarankan Jerinx menjelaskan omongannya di sebuah program televisi soal agama itu konspirasi.

“Ane sarankan ente buat video seperti ini bicara di YouTube bahwa agama itu konspirasi. Keluarkan semua dalil-dalilmu, riset-risetmu bahwa agama itu konspirasi. Pasti keren jadinya kalau ente bisa,” jelasnyanya.

Di akhir video, Pentolan ‘Dewa 19’ itu pun menantang balik Jerinx soal berani atau tidaknya membuat penjelasan soal agama itu konspirasi. Namun, menurut Dhani, Jerinx tak bakal melakukan hal tersebut karena bisa dipenjara.

“Saya juga bisa nantingin ente ayo coba bikin YouTube kalau agama itu konspirasi, kalau ente laki-laki. Cuma kan nggak ada hubungannya ente nggak berani bikin video YouTube agama adalah konspirasi sama ente bukan laki-laki. Ente tidak berani bikin YouTube bahwa agama itu adalah konsprasi karena ente tahu kalau itu bikin ente masuk penjara,” katanya.

Ahmad Dhani memang membuat panas Jerinx usai mengkritik ucapannya soal agama itu konspirasi. Ia sempat menyebut musisi Bali itu tak belajar sejarah saat mengutarakan pernyataan tersebut.

BACA JUGA: Berhijab, Mitha The Virgin ‘Sentil’ Jerinx SID soal Agama Disebut Konspirasi?

Sebelumnya, dalam Channel Video Legend miliknya, Ahmad Dhani sempat mengomentari potongan wawancara Jerinx dengan salah satu TV swasta.

“Agama itu salah satu teori konspirasi juga. Karena tidak ada bukti-bukti sciene,” ujar Jerinx dalam wawancara tersebut.

Ahmad Dhani pun menyebut statement Jerinx itu bukan hal yang baru. “Saya enggak kaget karena itu bukan sesuatu yang baru. Bahwa ada sekelompok yang menganggap agama konspirasi teori dari tahun abad-abad yang lalu sudah ada. Karena kita jarang belajar jadi kita menganggap itu hal baru,” kata Dhani.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

Oleh: Ethan Shabir Uttara *)Gelombang demonstrasi mahasiswa yang mengangkat isu ekonomi kembali hadir dalamruang publik Indonesia. Fenomena ini sesungguhnya bukan sesuatu yang baru. Sejak awalkemerdekaan hingga era demokrasi modern saat ini, mahasiswa selalu menjadi bagianpenting dalam proses kontrol sosial terhadap kebijakan negara. Kritik, protes, dan penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional yang dijamin dalam sistem demokrasi.Namun demikian, dalam isu ekonomi, terdapat satu tantangan yang sering muncul: kecenderungan melihat persoalan dari satu sisi tanpa mempertimbangkan gambaran yang lebih utuh. Padahal ekonomi merupakan bidang yang kompleks, dipengaruhi oleh banyakvariabel domestik maupun global, sehingga membutuhkan pembacaan yang lebihkomprehensif daripada sekadar melihat gejala-gejala yang tampak di permukaan.Belakangan ini sejumlah aksi demonstrasi mengangkat berbagai isu mulai dari kemiskinan, korupsi, program bantuan sosial, hingga berbagai program prioritas pemerintah. Aspirasitersebut tentu patut dihargai. Namun pertanyaan yang juga perlu diajukan adalah apakahnarasi yang berkembang telah mencerminkan keseluruhan realitas yang sedang berlangsung?Dalam sebuah diskusi publik yang membahas hubungan antara gerakan mahasiswa dan kebijakan negara, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengingatkan bahwa demonstrasi mahasiswa adalah bagian yang wajar dalam demokrasiIndonesia. Namun ia juga menekankan pentingnya melihat seluruh aspek secara objektif agar penilaian terhadap kondisi bangsa tidak hanya didasarkan pada satu sudut pandang. Pemerintah, menurutnya, tidak menolak kritik, melainkan berupaya menghadirkan gambaranyang lebih lengkap kepada masyarakat. Dalam konteks ekonomi, pendekatan semacam ini sangat relevan. Sebagai contoh, isukemiskinan sering menjadi bahan kritik. Namun pada saat yang sama, pemerintah juga sedang menjalankan berbagai program yang secara langsung menyasar kelompok masyarakatrentan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, tidak hanya bertujuanmeningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga membangun ekosistem ekonomibaru di tingkat lokal melalui keterlibatan petani, peternak, pemasok pangan, dan pelaku usahakecil di daerah. Demikian pula dengan Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga paling miskin. Program tersebut berangkat dari keyakinan bahwa pendidikan merupakan instrumenpaling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga memperluas akses pendidikan tinggi melalui anggaran KIP Kuliah yang menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Tentu tidak ada kebijakan yang sempurna. Namun yang perlu dicermati adalah apakahpemerintah menunjukkan kemauan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Dalam kasusMBG misalnya, pemerintah melakukan moratorium penambahan dapur baru untuk fokuspada peningkatan kualitas pelaksanaan program dan efisiensi anggaran....
- Advertisement -

Baca berita yang ini