Berikan Harapan Hidup, Begini Manfaat Transplantasi Ginjal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ginjal merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia yang berfungsi menyaring racun dan kelebihan cairan dari darah sebelum dibuang melalui cairan urin.

Ginjal adalah organ tubuh yang terletak di bawah tulang rusuk bagian belakang, dan dekat bagian tengah punggung pada kedua sisi tulang belakang.

Pada dasarnya, kinerja ginjal sangat penting bagi tubuhmu. Untuk itu, kesehatan ginjal sangat perlu diperhatikan. Jika pola hidupmu tidak sehat dan tak terkontrol dengan baik, maka kamu bisa terancam penyakit gagal ginjal.

Penyakit ginjal kronis (PGK) atau gagal ginjal kronis (GGK) adalah kondisi saat fungsi ginjal menurun secara bertahap karena kerusakan ginjal. Secara medis, gagal ginjal kronis didefinisikan sebagai penurunan laju penyaringan atau filtrasi ginjal selama 3 bulan atau lebih.

Ada beberapa cara untuk menangani kasus penyakit gagal ginjal tahap akhir, yaitu dialysis (cuci darah) dan transplantasi ginjal. Nah, transplantasi ginjal disebut-sebut yang paling efektif dan bisa memberikan harapan hidup bagi pasien.

Dr. dr. Nur Rasyid, SpU (K), selaku Pokja Transplantasi Ginjal RSCM, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM mengatakan, transplantasi ginjal akan memberikan harapan hidup bagi pasien gagal ginjal.

“Secara umum, transplantasi ginjal merupakan metode terbaik. Dengan adanya ginjal sehat yang didapat dari donor, maka fungsi ginjal untuk pengeluaran zat sisa, racun, maupun cairan menjadi normal, kualitas hidup pasien dapat meningkat dan pasien dapat beraktivitas normal seperti sebelum mengalami penyakit ginjal,” kata Dr. dr. Nur Rasyid pada acara Virtual Media Meeting, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Mempersembahkan Layanan Transplantasi Ginjal di Era Kebiasaan Baru: Tingkatkan Harapan Bagi Pasien Penyakit Ginjal Kronik, pada Jumat, 11 September 2020.

Ia menegaskan, umur ginjal pada pasien yang melakukan transplantasi bisa jadi lebih lama. “Umur ginjalnya bisa jadi 12 tahun dan bisa lebih lama pada pasien-pasien tertentu,” katanya.

Saat pasien mengalami gagal ginjal kronis, maka kualitas hidupnya sangat menurun. Bahkan, mereka tak lagi bisa menikmati makanan dan minuman layaknya orang normal, mengingat fungsi ginjalnya untuk menyaring racun sudah rusak.

Namun, Dr. dr. Nur Rasyid menegaskan, pasien gagal ginjal kronis yang memutuskan untuk melakukan transplantasi ginjal bisa kembali menikmati hidupnya karena bisa makan dan minum seperti sediakala.

“Pasien yang memutuskan untuk transplantasi ginjal bisa bebas minum makan segala macam, namun tetap memperhatikan ranah kehidupan yang baik,” ucapnya.

Tak hanya itu, pasien yang telah melakukan transplantasi ginjal juga bisa kembali berolahraga normal. Dengan catatan, satu bulan pasca operasi, harus memeriksakan dulu kondisinya ke dokter.

“Olahraga bisa seperti orang normal. Bisa lari 10 km,” ucap Dr. dr. Nur Rasyid.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

Oleh: Ethan Shabir Uttara *)Gelombang demonstrasi mahasiswa yang mengangkat isu ekonomi kembali hadir dalamruang publik Indonesia. Fenomena ini sesungguhnya bukan sesuatu yang baru. Sejak awalkemerdekaan hingga era demokrasi modern saat ini, mahasiswa selalu menjadi bagianpenting dalam proses kontrol sosial terhadap kebijakan negara. Kritik, protes, dan penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional yang dijamin dalam sistem demokrasi.Namun demikian, dalam isu ekonomi, terdapat satu tantangan yang sering muncul: kecenderungan melihat persoalan dari satu sisi tanpa mempertimbangkan gambaran yang lebih utuh. Padahal ekonomi merupakan bidang yang kompleks, dipengaruhi oleh banyakvariabel domestik maupun global, sehingga membutuhkan pembacaan yang lebihkomprehensif daripada sekadar melihat gejala-gejala yang tampak di permukaan.Belakangan ini sejumlah aksi demonstrasi mengangkat berbagai isu mulai dari kemiskinan, korupsi, program bantuan sosial, hingga berbagai program prioritas pemerintah. Aspirasitersebut tentu patut dihargai. Namun pertanyaan yang juga perlu diajukan adalah apakahnarasi yang berkembang telah mencerminkan keseluruhan realitas yang sedang berlangsung?Dalam sebuah diskusi publik yang membahas hubungan antara gerakan mahasiswa dan kebijakan negara, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengingatkan bahwa demonstrasi mahasiswa adalah bagian yang wajar dalam demokrasiIndonesia. Namun ia juga menekankan pentingnya melihat seluruh aspek secara objektif agar penilaian terhadap kondisi bangsa tidak hanya didasarkan pada satu sudut pandang. Pemerintah, menurutnya, tidak menolak kritik, melainkan berupaya menghadirkan gambaranyang lebih lengkap kepada masyarakat. Dalam konteks ekonomi, pendekatan semacam ini sangat relevan. Sebagai contoh, isukemiskinan sering menjadi bahan kritik. Namun pada saat yang sama, pemerintah juga sedang menjalankan berbagai program yang secara langsung menyasar kelompok masyarakatrentan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, tidak hanya bertujuanmeningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga membangun ekosistem ekonomibaru di tingkat lokal melalui keterlibatan petani, peternak, pemasok pangan, dan pelaku usahakecil di daerah. Demikian pula dengan Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga paling miskin. Program tersebut berangkat dari keyakinan bahwa pendidikan merupakan instrumenpaling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga memperluas akses pendidikan tinggi melalui anggaran KIP Kuliah yang menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Tentu tidak ada kebijakan yang sempurna. Namun yang perlu dicermati adalah apakahpemerintah menunjukkan kemauan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Dalam kasusMBG misalnya, pemerintah melakukan moratorium penambahan dapur baru untuk fokuspada peningkatan kualitas pelaksanaan program dan efisiensi anggaran....
- Advertisement -

Baca berita yang ini