Berbeda dari Biasanya, Penampilan Bilqis Anak Ayu Ting Ting Menuai Pro dan Kontra

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bilqis yang merupakan anak semata wayang dari pedangdut Ayu Ting Ting menjadi sorotan usai penampilannya berbeda dari biasanya.

Perbedaan penampilan terletak pada rambutnya. Rambutnya yang dulu terlihat keriting, kini dirubah menjadi lurus sempurna.

Semakin terlihat cantik dengan penampilan barunya, penampilan terbaru Bilqis pun lantas menuai pro dan kontra.

Dilansir dari akun @rumpi_gosip di laman media sosial Instagram, banyak netizen yang memuji kecantikan anak semata wayang Ayu Ting Ting tersebut.

Namun, tidak sedikit netizen yang menilai penampilannya terlalu berlebihan untuk umurnya yang masih kecil.

“MasyaAllah ka @ayutingting92 anaknya cantik banget,” kata netizen.

“Keren stylenya, cantik,” tulis netizen.

“Cantiknya Iqis rambutnya dilurusin gitu,” tambah netizen.

“Stylenya terlalu dewasa sih, kalo udah 16/17 sih enggak papa,” timpal netizen.

“Ga sesuai umur aja sih mungkin style nya,” sambung netizen.

“Cantik sih, tapi terlalu dewasa ga sih,” pungkas netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini