Berbagi Ide Besar lewat Playfest 2019

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – ‘See More, Experience Many’, sebuah tema yang diusung Narasi dalam Playfest edisi 2019. Tema tersebut diambil sebagai cara mengajak semua yang datang untuk sama-sama melihat berbagai sisi dan memiliki beragam perspektif di bidang kreatif.

Gak cuma itu, pengunjung bisa berkolaborasi dengan para kreator konten kenamaan, belajar langsung dari para pelaku industri kreatif, seni dan pertunjukan musik dalam satu rangkaian event.

Pengunjung pun diajak untuk hadir dengan pakaian bernuansa retro. Yaps, retro adalah era dimulainya persaingan antara Mac dan PC, dimulainya era internet, hingga munculnya teknologi Photoshop. “Retro itu era di mana masa depan ditemukan dan Narasi itu masa depan,” kata Najwa Shihab, co-founder Narasi di Jakarta, Minggu 25 Agustus 2019.

Untuk edisi 2019, Playfest juga menyediakan Panggung Talks di area Experience Ideas. Gokilnya, langsung dibuka oleh duet Mira Lesmana dan Riri Riza yang tahun ini telah 20 tahun berkarya bersama.

Mereka berbagi proses kreatif membuat film mulai dari ide hingga terwujud dalam bentuk film. Sementara kelas selanjutnya diisi oleh Yandy Laurens dan Noviana Halim, SkinnyIndonesian24, dan Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang banyak bercerita tentang inisiatif Indonesia Creative Incorporated (ICINC) mencari bakat muda berbakat Indonesia agar mampu bersaing di industri musik global.

Sesi Talks hari pertama diakhiri dengan sesi Dimas Djayadiningrat atau yang lebih akrab disapa Dimas Djay, yang tak hanya berhasil menyengat inspirasi yang hadir dengan punchline unik tapi juga sukses mengundang tawa lewat sesi yang berjudul “The Reality of Creativity.”

Silent Talks
Playfest 2019 juga memiliki ciri khas melalui Silent Talks. Di hari pertama kemarin, Silent Talks dimeriahkan para pelaku industri kreatif beragam profesi, seperti oleh Teguh Wicaksono selaku Brand & Editorial Manager Netflix, fotografer beken Nicoline Patricia Malina dan Bill Satya, podcaster Fellexandro Ruby dan Ario Pratomo, serta para pendiri Menjadi Manusia, Adam Alfares dan Rhaka Ghanisatria.

Tidak seperti talkshow kebanyakan, di area Silent Talks para pengunjung menggunakan headphones untuk menikmati sesi ini dengan khusyuk tanpa gangguan.

Kemudian ada Silent Cinema yang menghadirkan tiga film persembahan Miles Film. Ketiganya adalah film Garasi, Kado, dan 3 Hari untuk Selamanya. Menariknya, 45 menit sebelum film pendek karya Aditya Ahmad, Kado, diputar jumlah penonton yang mengantre membludak.

Sejak siang, booth Hello Dangdut sukses dipadati pengunjung. Mulai dari yang hanya ingin bergoyang sampai yang percaya diri berkaraoke tembang-tembang dangdut hits. Termasuk co-founder Narasi, Najwa Shihab yang turut bergoyang dan berkaraoke di area ini.

Sheila on 7 di Playfest 2019
Sheila on 7 di Playfest 2019

Sheila on 7 sukses mengunci hari pertama gelaran Playfest 2019 dengan lagu-lagu hits mereka yang lantang dinyanyikan ribuan penonton yang sudah menunggu konser mereka dari sore hari.

Tak hanya Sheila on 7, Efek Rumah Kaca dan .Feast juga sukses menggoyang panggung Playstage selepas Maghrib. Efek Rumah Kaca turut mendendangkan lagu “Seperti Rahim Ibu” yang dibuat khusus sebagai theme song program Mata Najwa.

Band baru Mario Pratama dan Narendra Pawaka yang punya acara rutin Duo Budjang di Narasi, Dead Bachelors membuka Playstage hari pertama. Dilanjutkan dengan penampilan Aaliyah Massaid yang tak hanya melantunkan lagu miliknya tapi jugu lagu-lagu hits milik sang ibu, Reza Artamevia.

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini