Benci Pada Ayahnya, Anak Laki-laki Elon Musk Memilih Jadi Perempuan

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Beban menjadi anak seorang orang terkaya di dunia membuat Xavier Alexander Musk memilih menjadi berubah jenis kelaminnya dari laki-laki menjadi perempuan. Apalagi ia sangat membenci ayahnya, Elon Musk.

Bersama kembarannya, Xavier mengajukan langkah hukum untuk mengubah jenis kelaminnya pada sidang pengadilan Jumat 24 Juni 2022. Xavier akan meminta namanya berubah menjadi Vivian Jenna Wilson. Ia juga memutuskan hubungan dengan sang ayah.

Kisah Xavier ini menjadi viral ketika dokumen hukum Xavier Alexander Musk muncul di sosial media bertepatan dengan Hari Ayah Sedunia yang selalu diperingati setiap tanggal 19 Juni. Ini juga menjadi sindiran bagi seorang ayah yang kaya raya dan tak pernah memerhatikan keluarga termasuk anaknya.

Elon Musk, istrinya dan kedua anak kembar mereka, Xavier (kiri) dan Griffin (kanan)
Elon Musk, istrinya dan kedua anak kembar mereka, Xavier (kiri) dan Griffin (kanan)

Xavier Alexander Musk lahir pada 15 April 2004. Ia merupakan anak kembar Elon Musk dan Justine Wilson. Saudara kembarnya bernama Griffin Musk.

Xavier Alexander Musk memiliki seorang kakak perempuan yang meninggal dunia saat masih bayi berusia 10 minggu, Nevada Alexander Musk. Pada 2006, Xavier punya 3 adik kembar bernama Damian, Kai, dan Saxon. Sayangnya orang tua Xavian berpisah setelah 8 tahun hidup bersama.

Elon Musk kemudian menjalin hubungan lagi dengan Grimes, sehingga Xavier Alexander Musk punya adik tiri bernama X Æ A-12 dan Exa Dark Sideræl. Namun kabarnya Elon Musk dan Grimes juga berpisah.

Xavier Alexander Musk mengajukan permohonan mengganti nama dan jenis kelamin setelah berulang tahun ke-18. Keputusan tersebut rupanya berkaitan dengan usia legalnya.

Dengan tegas, Xavier juga memutus hubungan dengan ayah kandungnya, Elon Musk. Xavier alias Vivian tak ingin lagi punya relasi dengan cara, bentuk, atau wujud apa pun dengan Elon Musk. Xavier ternyata sudah lama tidak satu atap dengan sang ayah sejak orangtuanya berpisah.

Keputusan Xavier Alexander Musk didukung oleh sang ibu, Justine Wilson. Bahkan nama baru Xavier pun menggunakan nama belakang sang ibu, Vivian Jenna Wilson.

Pada 19 Juni lalu, di hari Ayah Sedunia, Elon Musk mengungkapkan rasa sayangnya kepada semua anak-anaknya. Namun di hari spesial tersebut, dokumen hukum Xavier Alexander Musk yang ingin putus hubungan dengan Elon Musk justru jadi viral.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini