Benarkah Pengguna Android Lebih Loyal dari iOS?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saat ini yang memegang kendali dalam sistem operasi dunia ponsel adalah Android dan iOs. Keduanya memiliki keunggulan masing–masing sehingga para penggunanya tetap setia dengan produk-produknya.

Melansir Gizchina, ada perbedaan loyalitas antara keduanya yang menarik untuk dibahas. Dalam sebuah studi terungkap bahwa pengguna Android lebih memiliki loyalitas tinggi terhadap merk ponsel dibandingkan dengan pengguna iOS.

Beberapa tahun terakhir, loyalitas konsumen Android dan iOS diketahui mengalami perubahan. Consumer Intelligence Research Partnership (CIRP) telah mengumpulkan beberapa data dari pengguna. Saat ini, Android memiliki tingkat loyalitas 91 persen. Sedangkan iOS memiliki tingkat loyalitas sebesar 86 persen.

“iOS dan Android bersaing lebih agresif seiring jumlah pembeli smartphone pertama kali menyusut,” ujar co-founder dari CIRP Mike Levin.

CIRP juga mengungkap kalau peningkatan loyalitas pengguna pada platform Android disebabkan siklus upgrade sistem operasi mereka lebih lama ketimbang iOS.

Hasil studi ini sangat mengejutkan. Sebab, pengguna iOS lebih loyal ketimbang Android yang cenderung rentan terhadap serangan malware beberapa tahun yang lalu. Hasil studi ini juga menggambarkan adanya nilai kesetiaan konsumen terhadap satu merek ponsel.

Walaupun masih banyak lagi kelebihan sistem operasi Android, eksklusivitas pengguna iOS tetap menjadi satu hal yang digandrungi penggemarnya. Padahal, jumlah merk ponsel Android jauh lebih banyak daripada iOS yang hanya dijalankan oleh ponsel milik Apple saja, yaitu iPhone.

Seperti diketahui, ponsel Android punya pilihan beragam mulai dari pasar pemula, menengah, hingga atas sehingga pengguna bisa menyesuaikan kebutuhan dengan budgetnya. Namun, hal tersebut tidak berlaku lagi bagi pengguna iOS.

Jika dilihat dari sudut pandang beberapa khalayak, pengguna iOS terkesan lebih mewah dari pengguna Android. Dari sisi launcher, ketika membandingkan layar utama dua iPhone, mereka terlihat persis sama. Sedangkan, Android memberikan keleluasaan kontrol atas tampilan smartphone.

Semakin canggih teknologi saat ini, membuat tren berubah karena pengguna Android di dunia sangat banyak. Sehingga, tak heran kalau banyak pengguna Android yang beralih ke iOS daripada sebaliknya. Namun tak menutup kemungkinan jika pengguna iOS beralih ke Android dengan Variasi Android yang lebih meningkat dari sebelumnya. Siapa yang bisa menebak masa depan?

Reporter Magang : Dhea Nurmalita

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini