Baru Rilis Trailer, Penayangan Godzila vs Kong Kok Diundur?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belum lama ini, warganet diramaikan dengan rilisnya trailer film Godzila vs Kong yang heboh di sosial media. Sayangnya, baru saja netizen menikmati trailer tersebut, jadwal tayang Godzila vs Kong harus diundur.

Gak usah khawatir. Diundurnya perilisin film tersebut gak terlalu lama kok. Dikutip dari Variety, Godzila vs Kong mulanya dijadwalkan tayang pada 26 Maret 2021. Namun, harus diundur hingga 31 Maret 2021.

Tak hanya di bioskop, film ini juga akan ditayangkan di HBO Max di tanggal yang sama. Keputusan itu merupakan permintaan langsung dari rumah produksi, Warner Bros.

Dalam trailer perdananya, kamu bisa melihat aksi Godzila dan King Kong yang bertarung di sebuah kota. Pertemuan dua makhluk besar itu berawal dari King Kong yang dibawa ke kota.

Pertarungan mereka pun berlangsung sengit. Para manusia mulai mencari tahu apa alasan di balik amukan dua hewan besar itu.

Godzilla vs Kong sudah beberapa kali mengalami penundaan tayang karena pandemi Covid-19. Warner Bros akhirnya memutuskan untuk menayangkan film tersebut di bioskop dan HBO Max secara bersamaan pada tahun ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini