Bang Chan Stray Kids Akui Lagu “Seoul” Milik RM BTS Buatnya Hampir Menangis

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bang Chan ‘Stray Kids’ mengaku hampir menangis saat mendengarkan lagu “Seoul” milik RM BTS. Isi lagu tersebut nampaknya menyentuh leader Stray Kids itu.

Buat yang belum tahu, lagu “Seoul” ini adalah bagian dari projek solo RM BTS yang juga diproduksi oleh musisi asal Korea Selatan, HONNE. Lagu ini berbicara tentang hubungannya dengan kota Seoul.

“Jika cinta dan benci adalah kata yang sama, aku mencintaimu, Seoul. Jika cinta dan benci adalah kata-kata yang sama, aku membencimu, Seoul,” bunyi penggalan lirik lagu ‘Seoul’.

Usut punya usut, Bang Chan sekarang tinggal di Seoul selama sekitar 10 tahun terakhir. Ia mengatakan bahwa dia belajar dan mengalami banyak hal di Seoul hingga membantunya menjadi seperti sekarang ini.

Ketika Bang Chan pertama kali mendengarkan “Seoul” RM, dia mulai memikirkan tentang hubungannya sendiri dengan kota Seoul. Ia bahkan terbawa emosi hingga hampir menangis.

Bang Chan kemudian melanjutkan dengan berbicara tentang bagaimana RM adalah salah satu panutan terbesarnya. “Anda tahu dia (RM) dikenal sebagai salah satu pemimpin terbaik. Saya juga suka menjadikannya sebagai salah satu panutan terbesar saya. Saya pikir dia salah satu orang paling keren di luar sana. Dia juga sangat pintar,” kata Bang Chan, dikutip dari KoreaBoo pada Selasa 9 Maret 2021.

Ini lagu lengkapnya di bawah ini!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini