Bakal Main di Film ‘Spencer’, Begini Potret Kristen Stewart Jadi Putri Diana

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktris Hollywood, Kristen Stewart tengah mencuri perhatian. Bukan soal asmaranya, melainkan potret terbarunya sebagai sosok ibu Pangeran William dan Harry, Putri Diana Spencer.

Bintang ‘Twilight Saga’ ini akan bermain di film ‘Spencer’ yang menceritaka sosok Diana saat menjadi anggota keluarga kerajaan Inggris. Dilansir Just Jared, beredar potret terbaru Stewart yang bikin pangling usai dirias menyerupai mendiang Diana.

Kristen Stewart saat memerankan sosok Putri Diana di film Spencer (justjared)

Dalam foto tersebut, Stewart menggunakan blazer, anting mutiara dan replika cincin tunangan Diana. Tak lupa rambut Stewart yang diubah menjadi pirang dengan model potongan persis seperti mantan istri Pangeran Charles itu.

Memerankan sosok Putri Diana merupakan hal yang tak mudah untuk Stewart. Ia harus memahami dan mendalami betul sosok mendiang putri, dan arti nama Spencer tersebut.

“Spencer menyelam ke dalam imajinasi emosional tentang siapa Diana pada titik balik penting dalam hidupnya,” kata Stewart.

Film ‘Spencer’ akan bercerita tentang sosok Putri Diana dengan latar waktu di tahun 1991. Saat itu, Putri Diana bergabung dengan keluarga kerajaan untuk Natal sebagai Sandringham Estate dan memutuskan untuk meninggalkan pernikahannya yang retak dengan Pangeran Charles.

‘Spencer’ juga akan menceritakan keretakan rumah tangga Diana dan Pangeran Charles saat tengah liburan musim dingin di perkebunan milik Ratu Elizabeth. Kabarnya, film ini akan tayang pada liburan musim dingin 2021 mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dana Hasil Penertiban Kawasan Hutan Jadi Bukti Nyata Penegakan Hukum Pemerintah

Oleh: Alvin Sato )*Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuatpenegakan hukum dan penyelamatan aset negara melalui langkahkonkret penertiban kawasan hutan. Hal itu tercermin dari penyerahandana hasil penertiban kawasan hutan senilai Rp10,27 triliun kepadanegara yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta. Momentum penyerahan ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa upayapenegakan hukum pemerintah kini semakin berorientasi pada hasil nyatayang dapat dirasakan masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwaagenda penyerahan dana hasil penertiban kawasan hutan bukan sekadarseremoni. Kepala Negara memandang masyarakat saat ini menginginkanbukti konkret dari kerja pemerintah, terutama dalam upaya menjagakekayaan negara dan menindak berbagai pelanggaran di sektor sumberdaya alam. Presiden menilai transparansi dan akuntabilitas menjadibagian penting agar masyarakat dapat melihat langsung hasil daripenegakan hukum yang dilakukan negara.Menurut Presiden, dana triliunan rupiah yang berhasil diselamatkantersebut menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan aset negara tidak lagi bocor akibat praktik ilegal maupun penyalahgunaan kawasanhutan. Ia juga menyinggung bahwa masyarakat sudah terlalu lama disuguhi berbagai pidato tanpa hasil nyata, sehingga pemerintah saat iniberupaya menghadirkan bukti langsung melalui pengembalian aset dan penyelamatan keuangan negara.Presiden Prabowo turut mengungkapkan adanya potensi tambahanpengembalian aset negara pada bulan berikutnya dengan nilai mencapaiRp11 triliun. Hal itu memperlihatkan bahwa upaya penertiban kawasanhutan tidak berhenti pada satu tahap, melainkan terus berlanjut sebagaibagian dari strategi nasional dalam memperbaiki tata kelola sumber dayaalam Indonesia.Selain penyerahan dana, pemerintah juga berhasil menguasai kembalikawasan hutan seluas lebih dari 2,3 juta hektare. Pengembalian lahantersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga kedaulatannegara atas kawasan hutan yang selama bertahun-tahun mengalamiberbagai bentuk pelanggaran, mulai dari penguasaan lahan ilegal hinggapenyalahgunaan izin usaha.Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa dana Rp10,27 triliunyang dipamerkan dalam kegiatan Satgas Penertiban Kawasan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini