B.I Eks iKON Bakal Comeback, Bocoran Lirik di Teaser ‘Midnight Blue’ Jleb Banget

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Setelah hengkang dari YG Entertainment dan iKON, banyak penggemar yang menantikan B.I untuk kembali berkarir. Harapan penggemar ini nampaknya akan segera terwujud karena B.I akan kembali ke industri musik lewat karya solonya.

Pada 16 Maret 2021, dia merilis teaser video klip single terbarunya, ‘Midnight Blue’ lewat channel YouTube 131 Label Official. Terdapat deskripsi tenyang lagu tersebut yang ditulis dalam bahasa Inggris.

“’Midnight Blue’ adalah lagu yang memberikan pelukan hangat kepada penonton dengan melodi piano yang tenang dan nada vokal yang hangat. Seperti lirik ‘I will cover your heart with a blanket in the dark midnight’, semoga lagu ini bisa menghibur siapa saja yang menanggung lukanya sendirian,” bunyi deskripsi tersebut.

Video tersebut menampilkan tayangan animasi seorang pria yang berbicara menggunakan bahasa isyarat. Bersama video itu, terdengar permainan piano yang tenang dengan nuansa grande pada bagian akhirnya.

Video tersebut dibagikan bersama dengan teks “B.I LOVE STREAMING”, dan deskripsi video tersebut mengumumkan perilisan album akan dilakukan pada 19 Maret pukul 18.00 KST atau 16.00 WIB.

Sebelumnya, B.I memulai comeback sebagai musisi dengan tampil dalam lagu Acceptance, salah satu track dalam album ‘Epik High is Here’ yang dirilis pada 18 Januari 2021. Tak hanya menyumbangkan suaranya, musisi 24 tahun itu juga turut menggarap musik dan lirik lagu tersebut.

“Awalnya, aku berpikir akan membuat Epik High tidak nyaman jika menerima tawaran mereka. Karena itu tak mudah bagiku untuk menyambut tawaran mereka,” ujar B.I pada Januari silam.

Namun nasihat dan dukungan yang diberikan Tablo cs mampu membuatnya percaya diri untuk kembali bermusik. “Berkolaborasi dengan Epik High yang aku idolakan sejak lama, seperti mimpi bagiku. Sekali lagi, aku berterima kasih kepada para senior untuk membiarkan aku terlibat dalam lagu ini,” katanya menambahkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini