Awas! Keseringan Ngopi Bisa Bikin Bibir Jadi Hitam

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Apa yang terlintas di benakmu saat melihat bibir seseorang yang hitam? Mungkin kamu berpikir orang tersebut merupakan perokok berat ya.

Umumnya, bibir yang kehitaman sering kali membuat orang tak percaya diri, terutama wanita. Maka, seringkali kaum hawa menggunakan riasan seperti lipstick untuk membantu menutupi bibir yang kehitaman.

Bibir adalah anggota tubuh yang sangat sensitif terhadap paparan bahan kimia dan sinar matahari. Jika tidak dijaga dengan baik, kulit bibir bisa dengan mudah berubah warna jadi hitam.

Nah, penyebab warna bibir jadi gelap sering kali dikaitkan dengan rokok. Padahal, banyak loh penyebab lainnya yang bikin warna bibir kehitaman. Salah satu pemicunya ialah keseringan minum kopi.

Terlalu sering minum kopi biasanya dikaitkan dengan masalah lambung dan pencernaan. Namun, kamu harus tahu kalo kopi juga bisa bikin bibirmu hitam jika dikonsumsi terlalu banyak.

Dikutip dari Alodokter, kopi mengandung kafein yang menyebabkan perubahan pada warna bibir menjadi lebih gelap. Kafein adalah zat diuretik yang bikin kita banyak mengeluarkan cairan dalam tubuh, biasanya lewat urin.

Karena itu, keseringan minum kopi bisa membuat dehidrasi yang menyebabkan bibir menjadi pecah-pecah hingga menggelap. Tapi, gak cuma bikin bibir jadi hitam, keseringan ngopi juga menyisakan noda pada gigi dan membuatnya terlihat kuning.

Dengan demikian, kamu perlu bijak dan membatasi konsumsi kopi di setiap harinya. Sebab, gak cuma bikin warna bibir jadi gelap dan gigi menguning, kandungan kafein dalam kopi bisa membuat ketergantungan, baik secara fisik maupun psikologis.

Nah, jika kamu sedang usaha untuk menghilangkan warna bibir yang gelap, sangat dianjurkan untuk mengurangi konsumsi kopi untuk membantu mengurangi kehitamannya. Disarankan untuk konsumsi kopi dan minuman berkafein lainnya tidak lebih dari 400 mg sehari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini