Asyik! WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Boomerang Seperti Instagram

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Ada kabar keren baru nih buat kalian yang doyan dengan fitur Boomerang pada Instagram (IG). Kali ini, kalian bakalan bisa bergaya dengan fitur Boomerang nggak hanya di IG saja, tapi juga WhatsApp (WA).

Mengutip WABetaInfo, Senin 12 Agustus 2019, Facebook sebagai perusahaan utama yang menaungi IG dan WA terus melakukan upaya pembaruan untuk memikat para pengguna. Kali ini, giliran WA yang dipermak.

Rencananya, fitur Boomerang itu akan segera dirilis dan bisa digunakan untuk seluruh pengguna WA. Meskipun, belum ada kejelasan kapan fitur keren tersebut bisa dipakai para pengguna di Indonesia.

Saat ini, fitur itu tengah disempurnakan oleh tim khusus WhatsApp dalam beberapa minggu terakhir. Setelah bebas dari bug 100 persen, barulah fitur itu dirilis secara resmi.

Kemungkinan fitur ini tersedia pada Video Type yang bisa di cover dari sebuah video ke GIF dengan durasi kurang dari 7 detik dan muncul dalam pembaruan (update) status.

Fitur Boomerang akan dihadirkan terlebih dahulu di perangkat iOS, kemudian ke perangkat Android. Jadi buat kalian yang pakai Android, sabar dulu ya, belakangan.

Sebelumnya, WhatsApp mengembangkan fitur yang memungkinkan WhatsApp bisa digunakan pada beberapa perangkat sekaligus tanpa perlu terhubung dengan ponsel.

Nantinya versi terbaru WhatsApp benar-benar menjadi layanan multi platform. Pengguna dapat beralih menggunakan WhatsApp di iPad, smartphone maupun komputer desktop dengan mulus.

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini