Asiknya Susi Pudjiastuti Kumpulkan 40 Pemilik Pesawat Terbang Ringan Indonesia Bikin Jambore di Pangandaran

Baca Juga

MATA INDONESIA, PANGANDARAN – Hari Sabtu 18 Juni 2022, Susi Pudjiastuti seperti orang yang sudah bosan mengurusi laut, ikan dan kapal.

Hari Sabtu ini, dia seperti punya mainan baru yang berbeda dari laut dan kapal.

Kali ini perempuan bersuara berat tersebut sedang senang bermain pesawat terbang.

Kita tahu, Susi memiliki maskapai penerbangan yang terdiri dari pesawat-pesawat perintis, Susi Air.

“Kawan Susi, jangan lupa yaa akan ada Susi Air Jamboree Aviation di Susi International Beach Strip Pangandaran tangga 17-19 Juni 2022 .. akan ada kurang lebih 40 pesawat berbagai tipe lho ??,” ujar Susi melalui akun medsosnya yang dilihat, Sabtu 18 Juni 2022.

Para peserta jambore tersebut adalah para pemilik pesawat ringan dua penumpang termasuk trike.

Mereka berdatangan dari seluruh penjuru Indonesia sejak Jumat 17 Juni 2022.

Kedatangan banyak pesawat kecil tersebut menjadi tontonan sendiri bagi masyarakat Pangandaran.

Apalagi untuk masuk ke arena jambore tidak dipungut biaya.

Salah satu undangan yang hadir adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Dia dijemput langsung menggunakan pesawat Caravan Susi Air di Pondok Cabe.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini